Bab Satu: Permulaan
Di puncak pegunungan, Lu Xiyao mengenakan pakaian serba putih, menggenggam Pedang Bulu Phoenix dan mengarahkannya lurus ke langit. Hari ini adalah hari kenaikannya ke alam dewa. Dua puluh delapan murid Sekte Qingxuan, bersama para guru mereka, memandang ke arah langit sambil menantikan momen itu.
“Guru, adik bungsu kita pasti akan berhasil naik ke alam dewa, jangan terlalu tegang,” kata kakak sulung dengan nada tak berdaya.
“Sejak kecil dia adalah anggota sekte yang paling tidak bisa diandalkan! Kalau tidak, mana mungkin anjing penjaga gerbang sekte kita saja sudah naik ke alam dewa, sedangkan dia masih belum ada tanda-tanda apa pun!” Sambil memikirkan hal itu, Guru Zhang merasa dadanya sesak.
Murid yang dia ajari sendiri, ternyata masih kalah berbakat dibandingkan anjing kecil yang dia temukan di jalan! Kepada siapa dia harus mengadu akan nasib ini?
Seluruh sekte sudah naik ke alam dewa, bahkan anjing penjaga gerbang pun ikut! Hanya murid bungsunya yang masih bersikap santai, bahkan mengadakan pesta perpisahan untuk mereka! Setelah penantian panjang akhirnya tiba juga hari kenaikannya, bagaimana dia bisa tidak cemas!
“Apa yang harus kita lakukan! Guru, petir surgawi akan menyambar sebanyak tujuh puluh dua kali, sementara kita hanya dua puluh delapan orang. Kalau kita menahan sambaran terlalu sering, pasti aturan langit akan menyadarinya! Jika nanti adik bungsu gagal naik ke alam dewa, bagaimana?” Kakak kedua datang membawa Kitab Nasib dengan wajah cemas.
Sementara mereka masih mencari solusi, petir ungu turun dari langit, menyambar langsung ke arah sosok berpakaian putih itu!
“Celaka! Kenapa petirnya ungu? Anak itu bahkan tidak sanggup menahan satu sambaran!” Guru sangat terkejut ketika melihat petir ungu, karena dia yakin petir yang akan dihadapi murid bungsunya hanyalah petir tingkat terendah!
Tak disangka, ternyata yang datang adalah petir ungu tingkat tertinggi! Habis sudah, petir itu sama sekali tak bisa ditahan oleh siapa pun, jika ada yang mencoba menahan, itu berarti menentang aturan langit!
Namun, di puncak gunung itu, ketika melihat awan hitam menggelayut dan menggulung, Lu Xiyao sama sekali tak merasa takut. Bagaimanapun, para kakaknya dan gurunya sudah lebih dulu naik ke alam dewa, dia hanya perlu berpura-pura saja, begitu pesan gurunya semalam.
Namun, melihat awan hitam semakin banyak dan menebal, dia tak bisa menahan rasa cemas. Seingatnya, ketika para kakaknya naik ke alam dewa, tak pernah ada peristiwa sebesar ini. Jangan-jangan ini adalah kejutan yang disiapkan kakak-kakaknya untuk menyambutnya?
Harus diakui, kakak-kakaknya memang baik. Namun, di saat itu juga, satu kilatan petir ungu menyambar langsung ke arahnya nyaris mengirimnya ke alam baka!
Ada apa ini? Bukankah dikatakan tidak akan terlalu parah? Kenapa kekuatannya sehebat ini!
“Hahaha! Hari ini, Sekte Qingxuan akan musnah!”
Dari segala penjuru, bermunculan banyak makhluk kegelapan yang langsung mengepung Lu Xiyao di tengah. Melihat dirinya tersungkur di tanah akibat sambaran petir ungu, lelaki yang memimpin hanya merasa puas tak terkira!
“Ternyata Penjaga Kanan dari Alam Kegelapan? Di mana Penjaga Kirimu? Membiarkanmu keluar hanya untuk mempermalukan diri?” Lu Xiyao menopang tubuhnya dengan pedang, menatap mereka dengan tatapan meremehkan.
Padahal hatinya kalut bukan main. Apa yang harus dilakukan sekarang! Ini adalah saat-saat penentuan kenaikan ke alam dewa. Jika terjadi kesalahan, mungkin jiwanya akan hancur lebur!
Namun, jika dia membiarkan makhluk-makhluk kegelapan itu, mereka memang tak bisa membunuhnya, tapi pasti akan melampiaskan kemarahan mereka pada orang-orang yang dilindungi Sekte Qingxuan!
“Lu Xiyao! Sudah di ujung tanduk, masih saja membual! Mau naik ke alam dewa dan jadi dewi? Aku akan mengambil nyawamu lebih dulu!” Penjaga Kanan menatap tajam, lalu mengayunkan senjatanya ke arah Lu Xiyao.
Dua kilatan petir ungu berikutnya menyusul. Dalam serangan ganda itu, Lu Xiyao berhasil menghindar dengan sempurna, membiarkan petir ungu itu menghantam Penjaga Kanan.
Petir ungu yang mengandung energi luar biasa, ketika bertemu dengan energi dari Alam Kegelapan, langsung meledak dahsyat!
Tak menyangka kekuatannya sedahsyat itu, Lu Xiyao hanya bisa tersenyum kecut. Untung saja semua makhluk kegelapan itu musnah. Semoga gurunya punya kenalan di alam baka, supaya di kehidupan berikutnya dia dapat terlahir di tempat yang baik!
“Xiyao!”
“Adik bungsu!”