Bab 40 Ternyata Kau Pelakunya!
"Keluarlah, jangan bersembunyi. Ayo kita bertarung layaknya pria!"
Su Xuan mengayunkan tongkat besi di tangannya, terus mencari ritme serangannya.
"Hehehe, harus kuakui, aku benar-benar meremehkanmu!"
Rong Wei yang tersulut amarah akhirnya melangkah keluar dari balik tempat persembunyiannya.
"Untuk siapa kau pamer dengan pistol rusak itu? Kalau tidak ada pelurunya, buang saja."
Menghadapi moncong pistol yang hitam pekat itu, Su Xuan justru tampak sangat tenang.
"Huh!"
Mendengar itu, wajah Rong Wei memerah karena malu. Setelah membuang pistolnya, ia perlahan mengeluarkan sebilah belati berduri!
"Kemarilah. Awalnya aku ingin membiarkanmu hidup, tapi sekarang sepertinya itu tidak perlu lagi!" ucap Rong Wei dengan kejam.
Setelah sekian lama berkecimpung di dunia hitam, hari ini ia justru dipermalukan oleh seseorang yang tidak ia sangka! Rong Wei tidak bisa menerima kenyataan ini.
"Ayo!" Su Xuan melambai, memberikan provokasi yang kental.
"Hehehe, tenang saja. Setelah aku memutus urat tangan dan kakimu, aku akan kembali untuk menikmati pacar kecilmu itu! Saat itu tiba, aku akan membiarkanmu menonton di sampingnya untuk memuaskan dirimu! Hahahaha!"
Rong Wei tidak langsung menerjang, melainkan terus memprovokasi Su Xuan dengan kata-katanya.
"Kau cari mati!"
Wajah Su Xuan seketika menjadi gelap, namun ia pun tidak gegabah untuk menyerang lebih dulu. Keduanya terus berputar, tidak ada yang mau menjadi pihak pertama yang mengambil langkah.
Gemuruh!
Tepat pada saat itu, suara deru mobil sport terdengar dari kejauhan, menarik perhatian mereka berdua.
"Hm? Dalang di balik semua ini juga datang?" Su Xuan melirik cepat dan melihat sebuah mobil sport berwarna merah mencolok melaju kencang ke arah mereka.
"Matilah kau!"
Memanfaatkan momen kelengahan Su Xuan, Rong Wei menerjang dengan belatinya!
Cring!
Sabetan kejam itu mengarah langsung ke leher Su Xuan!
"Sial!"
Su Xuan bereaksi dengan cepat, ia segera melangkah mundur beberapa kali dan nyaris menghindari serangan fatal tersebut! Namun, meski begitu, belati itu sempat menggores tulang selangka Su Xuan hingga meninggalkan luka yang dalam.
"Kau keparat..."
Kemarahan Su Xuan memuncak. Ia mengangkat tongkatnya dan menghantam lengan Rong Wei yang memegang belati. Secara bersamaan, ia menekuk kaki kirinya dan melayangkan serangan lutut yang telak ke arah bawah perut Rong Wei!
"Aaa!!!"
Rong Wei menjerit kesakitan. Rasa sakit akibat hantaman di area vital membuat pria bertubuh besar itu seketika kehilangan kekuatannya.
"Berani-beraninya kau menyerangku diam-diam, seumur hidupmu jadilah kasim saja!"
Su Xuan semakin beringas. Tongkat besinya berayun hingga menciptakan bayangan, menghujani tubuh Rong Wei dengan pukulan bertubi-tubi!
***
Saat Su Xuan sedang melampiaskan amarahnya, mobil sport merah itu berhenti tepat di lokasi.
"Apa yang terjadi? Kenapa kalian semua tergeletak di tanah?"
"Di mana Ye Qingxue? Orang-orangnya mana? Di mana ketua kalian?"
Pemuda yang keluar dari mobil itu adalah Long Muming. Ia menatap para preman yang berserakan di tanah dengan rasa tidak puas.
"Long Muming, ternyata kau dalangnya?" Su Xuan berbalik dan seketika mengenali sosok itu.
"Su Xuan!?" Mendengar suara Su Xuan, Long Muming mematung.
Tidak mungkin! Seharusnya pada saat ini, tangan dan kaki Su Xuan sudah dipatahkan, bukan? Mengapa ia berdiri tegak di sana dengan tongkat besi di tangannya?
"Penculikan Ye Qingxue ini, apakah kau yang memerintahkan mereka?"
Tanpa memedulikan Rong Wei yang sudah terkulai lemas, Su Xuan perlahan berjalan mendekati Long Muming.
"Kau... kau... jangan mendekat! Kalau kau maju lagi, aku akan lapor polisi!"
Melihat aura membunuh dari Su Xuan, Long Muming merasa ketakutan hingga otaknya kosong. Ia bahkan lupa untuk melarikan diri!
"Jawab pertanyaanku!" Su Xuan mencengkeram kerah baju Long Muming dan bertanya dengan garang.
"I-iya... benar..." Long Muming tidak lagi memiliki nyali untuk melawan. Baginya, Su Xuan saat ini tampak seperti iblis yang tidak kenal ampun.
"Dalang yang memerintahkan mereka untuk mematahkan tangan dan kakiku juga kau?" Su Xuan bertanya dengan senyum dingin.
"Iya... itu perbuatanku... Su Xuan, jangan bunuh aku, aku mohon! Anggap saja demi pertemanan kita selama ini. Aku akan memberimu uang, aku punya banyak uang!"
Long Muming tidak lagi tampak angkuh. Saat ini, ia benar-benar ketakutan oleh Su Xuan.
"Huh, tenang saja. Memukulmu saja aku merasa tanganku kotor!" cibir Su Xuan.
Ternyata semua ini adalah ulah bocah ini! Sebelumnya, Su Xuan sempat bingung karena ia selalu bersikap rendah hati dan tidak pernah menyinggung orang lain. Mengapa tiba-tiba ada orang yang ingin mematahkan anggota tubuhnya dan menculik Ye Qingxue? Sekarang, semuanya menjadi jelas.
"Tolong! Jangan mendekat, jangan mendekat!"
Tiba-tiba, suara teriakan terdengar dari bangunan terbengkalai di belakang.
"Gawat, Qingxue!"
Su Xuan segera melepaskan Long Muming dan berlari kencang menuju bangunan tersebut.
Di dalam gedung, si Rambut Putih yang baru tersadar dari mabuknya, terdorong oleh nafsu hewani yang selama ini ia tekan terhadap Ye Qingxue.
"Hehehe, teriaklah, teriaklah sepuasmu!"
"Sekarang bos tidak ada, tidak ada yang bisa menghalangiku!" Si Rambut Putih berjalan sempoyongan mendekati Ye Qingxue, tatapannya yang mesum menelanjangi tubuh wanita itu.
"Benar-benar sial!" Ye Qingxue mengumpat dalam hati. Tadi ia baru saja berhasil melepas lakban di tangannya menggunakan kuku palsu miliknya, namun sialnya, pria ini justru terbangun tepat pada saat itu.
"Qingxue!"
Tiba-tiba, raungan Su Xuan terdengar. Segera setelah itu, Su Xuan yang terengah-engah muncul di ambang pintu.
"Siapa kau, brengsek?" Si Rambut Putih berbalik, namun yang menyambutnya adalah hantaman tongkat Su Xuan tepat di kepalanya!
Bruk!
"Sialan!" Si Rambut Putih merasa kunang-kunang di depan matanya akibat hantaman keras tersebut.
"Rasakan ini!" Su Xuan melayangkan tendangan telak ke arah bawah perut si Rambut Putih!
"Aaa!!!"
Jeritan kesakitan kembali terdengar. Pria yang sudah pusing itu, karena menahan siksaan ganda, seketika pingsan dengan mata berputar.
"Qingxue, kau tidak apa-apa?" Su Xuan segera berlari ke depan Ye Qingxue dengan raut khawatir.
"Su Xuan! Kenapa kau baru datang menyelamatkanku..." Ye Qingxue memeluk Su Xuan erat dan menangis tersedu-sedu. "Kau jahat! Kau tahu betapa takutnya aku tadi? Aku pikir kau sudah tidak menginginkanku lagi... hiks..."
Ye Qingxue terus terisak di pelukannya sambil memukul dada Su Xuan.
"Aduh! Sakit!" Su Xuan tidak menolak pelukan itu, namun pukulan-pukulan kecil itu tepat mengenai lukanya, membuatnya meringis kesakitan.
"Ah, ada apa? Kau terluka!?" Ye Qingxue mendongak dan melihat luka goresan dalam di tulang selangka Su Xuan di bawah cahaya yang remang-remang. "Su Xuan, maafkan aku..."
Ye Qingxue merasa sangat sedih dan bingung.
Wiu wiu wiu!
Tak lama kemudian, suara sirine polisi terdengar bersahutan dari luar gedung. Sejumlah besar polisi bersenjata lengkap merangsek masuk dan mendapati Su Xuan dan Ye Qingxue yang masih berpelukan.