Bab 392: Harta Karun Ginseng Kecil! Tak Layak Menjadi Gurunya?
"Waduh... Aku lupa kalau si Ginseng Kecil ini langsung pingsan tiap kali terkena fluktuasi ruang..."
Ia menatap ginseng kecil di tangannya yang sudah sejak tadi pingsan, mulutnya berbusa.
Kemudian ia memandang sekeliling, deretan pepohonan membentang di mana-mana.
Saat itu juga, Jiang Yu benar-benar dibuat bingung...
Mereka memang telah berpindah tempat secara instan ke lokasi harta langka tempat si Ginseng Kecil bersembunyi.
Namun si Ginseng Kecil malah pingsan juga?
Lantas, kepada siapa mereka harus menanyakan keberadaan harta langka itu?
"Tunggu sebentar!"
Tiba-tiba Jiang Yu seperti teringat sesuatu, buru-buru ia melirik ke arah Ding Tianyuan di sampingnya...
Jika Ginseng Kecil yang tahu posisi harta karun itu pingsan, mau tak mau harapan mereka kini hanya bertumpu pada Ding Tianyuan...
"Uhh... Aku tahu, aku yang cari deh..."
Ding Tianyuan yang tadinya mengira bisa beristirahat sejenak, kini hanya bisa mengeluh pasrah.
Selesai berkata demikian, ia mulai mengerahkan aura spiritualnya, lalu mengamati sekeliling.
"Haa... Astaga! Ketemu!"
Tak lama, Ding Tianyuan berseru dengan wajah teramat terkejut!
"Hm? Apakah Senior Ding menemukan sesuatu?"
Melihat ekspresi terkejut itu, Jiang Yu dan rekannya segera menoleh ke arahnya.
"Benar!"
Ding Tianyuan mengangguk mantap.
Wajahnya penuh semangat, "Aku melihatnya! Di dalam sebuah pohon! Jumlah harta langka itu... nyaris seratus buah, astaga!"
Sambil terus berkata, Ding Tianyuan sampai tak tahan berteriak kegirangan.
Jelas sekali, dampak visual dari hampir seratus harta langka itu benar-benar luar biasa baginya!
"Astaga! Seriusan? Si Ginseng Kecil ini hebat juga! Ternyata ia menyembunyikan begitu banyak harta langka!" Jiang Yu pun terperangah.
Andai saja selama tiga hari mereka tak makan dan minum, hanya beristirahat setengah jam sehari,
dalam tiga hari mereka mungkin hanya bisa mendapat seratusan harta langka.
Tak disangka, si Ginseng Kecil sendirian ternyata telah mengumpulkan hampir seratus buah?
"Nampaknya ke depan aku harus memperlakukan Ginseng Kecil ini dengan lebih baik. Ia jelas bukan makhluk biasa!" batinnya diam-diam.
"Sebaiknya kita segera memeriksanya, sebelum para binatang buas setengah langka tingkat agung menemukannya."
Di saat Jiang Yu dan Ding Tianyuan masih terbawa euforia, Shen Ren justru berkata dengan tenang.
Di wajahnya, Jiang Yu dan Ding Tianyuan sama sekali tak menemukan jejak kegembiraan!
Yang tampak hanya sikap penuh kehati-hatian dan waspada!
Hanya dari hal ini saja, Shen Ren sudah membuat Jiang Yu sangat kagum!
Bagaimanapun, sifat Jiang Yu sendiri memang sangat berhati-hati,
namun belum sampai pada tingkat Shen Ren...
Benar-benar tak pernah menampakkan emosi berlebihan...
Orang seperti ini, sungguh sulit ditaklukkan!
Tak lama kemudian.
Ketiganya pun tiba di bawah pohon besar yang disebutkan Ding Tianyuan, tempat tersembunyi hampir seratus buah harta langka itu.
"Inilah tempatnya! Dalam pengamatanku, harta langka itu berada di dalam pohon! Bagian dalamnya kosong!"
Ding Tianyuan menunjuk ke pohon besar di depan, nadanya penuh semangat.
"Hehe! Kalau begitu..."
Mendengar ucapan Ding Tianyuan, Jiang Yu menyeringai.
Sesaat kemudian, tepat di hadapannya, terbukalah sebuah lorong ruang selebar dua meter!
Dan ujung lorong itu, tentu saja, langsung menuju ke bagian dalam pohon!
"Baiklah, mari kita masuk!"
Dari balik lorong ruang, Jiang Yu menatap harta langka di dalam pohon, bibirnya menyunggingkan senyum culas!
"Hehehe, Ginseng Kecil, jangan salahkan kakak ya. Kakak sangat suka benda ini. Tapi sebagai gantinya, kakak akan membawamu keluar dari tempat terkutuk ini, ke dunia luar yang indah!"
Sambil berpikir demikian, ia pun menampilkan senyum licik.
Tak lama kemudian.
Hanya dalam hitungan menit,
ketiganya telah berhasil mengambil seluruh harta langka dari dalam pohon, dan menyimpannya ke ruang khusus milik Jiang Yu.
"Huu... Total ada sembilan puluh delapan buah harta langka, setara dengan hasil dua hari pencarian kita. Ini benar-benar berkat si Ginseng Kecil!"
Jiang Yu menatap Ginseng Kecil yang kini melayang di hadapannya karena kekuatan pikirannya, tersenyum puas.
"Baiklah, sebaiknya kita tak berlama-lama di satu tempat. Saatnya melanjutkan perjalanan!"
Kali ini, suara datar Shen Ren terdengar di samping mereka.
Maksudnya jelas dipahami oleh Jiang Yu dan Ding Tianyuan.
Pertama, untuk menghindari pemilik Ginseng Kecil menemukan mereka; kedua, karena ancaman binatang buas.
Tentu saja...
Selama Ginseng Kecil berada di tangan mereka, baik pemiliknya maupun siapa pun yang mereka temui,
selama mereka menggenggam Ginseng Kecil, peluang selamat tetap besar.
Ucapan Shen Ren ini semata-mata untuk berjaga-jaga.
Kekuatan para petarung sangat beragam, demikian pula binatang buas di sini.
Ditambah lagi, pemilik Ginseng Kecil konon memiliki kemampuan membuat harta langka menjadi hidup...
Semuanya terlalu misterius, mereka harus tetap waspada!
"Benar! Mari kita lanjutkan!"
Mendengar itu, Jiang Yu berpandangan sejenak dengan Ding Tianyuan, lalu mengangguk setuju.
Hadiah undian tingkat dewa tidak perlu dibuka saat ini, menunggu waktu istirahat nanti pun tak masalah.
Pada saat itu, di lingkungan yang tenang, hanya ia dan sistem dalam pikirannya... lalu... hehehe...
Setelah itu, Jiang Yu dan kawan-kawan pun kembali melanjutkan petualangan mencari harta!
***
Sementara itu, di dunia luar.
Di Akademi Lingwu, di ruang kerja kepala akademi.
"Hm? Xiaoyan, pagi-pagi begini kau datang, ada urusan apa?"
Bing Lian memandang muridnya yang duduk di hadapannya, tersenyum ramah.
Anak itu, Jiang Yu, baru saja berangkat kemarin, hari ini muridnya sudah datang mencarinya.
Jangan-jangan...
Teringat akan sesuatu, ia tersenyum samar.
"Mm... Guru, aku punya cara agar kau bisa menembus ke tingkat agung!"
Jiang Xiaoyan mengangguk dan berkata dengan nada mengejutkan.
Perkataan itu benar-benar membuat Bing Lian terpana...
Apa yang baru saja dikatakan muridnya?
Ada cara agar dirinya bisa menembus ke tingkat agung?
Memang, sudah beberapa tahun ia berada di puncak setengah langkah ke tingkat agung.
Namun untuk benar-benar menembus batas itu, paling cepat butuh tujuh atau delapan tahun, bahkan bisa puluhan tahun,
atau seumur hidup pun tak akan tercapai!
Bakatnya memang tak bisa membohongi kenyataan.
Tapi hari ini, muridnya berkata punya cara agar ia bisa menembus ke tingkat agung?
Meski setengah tak percaya, Bing Lian tidak sepenuhnya meragukan ucapan muridnya.
Toh, ia tahu betapa luar biasanya muridnya itu.
Sejak pertama kali menjadi muridnya, Bing Lian merasa tak ada lagi yang bisa ia ajarkan.
Setiap pelajaran langsung dikuasai, atau bahkan...
memang sudah bisa sejak awal?
Singkatnya, bakat muridnya sungguh tiada tara!
Karena itulah ia tak serta-merta menolak percaya.
"Nah, Guru, ini adalah Pil Penerobos Kelas Tertinggi, ada lima butir, dan ini juga sebuah token..."
Setelah itu, Jiang Xiaoyan menjelaskan bahwa token itu adalah kunci menuju Tanah Suci!
Ia menyuruh Bing Lian pergi ke Tanah Suci dan berusaha sekuat tenaga menembus ke tingkat agung!
"Ini... Xiaoyan, terima kasih banyak..."
Merasakan keistimewaan Pil Penerobos di tangannya, dan mengingat ucapan sang murid barusan,
kala itu Bing Lian hanya merasa dirinya tidak pantas menjadi guru Jiang Xiaoyan.
Bagaimana tidak, muridnya kini jauh lebih paham dari dirinya...
"Oh ya, Xiaoyan, ada satu hal yang ingin Guru sampaikan padamu!"
Tiba-tiba Bing Lian teringat sesuatu, ia mengangkat kepala, menatap Jiang Xiaoyan di seberangnya, nadanya berubah berat!
(Kepada para pembaca yang sampai di sini, mohon kirimkan hadiah untuk mendukung karya ini! Terima kasih atas dukungannya, satu kapsul inspirasi akan menambah satu bab ekstra!)