Bab Empat Puluh Tiga

A Verdadeira Filha é a Anciã da Xuanxia Não é possível que uma criança de três anos dê bolo. 2374kata 2026-07-31 19:08:11

"Tahu, Han Dong yang sekelas dengan Lu Yangyang. Aku rasa kursi sekolah itu sangat kokoh, bagaimana bisa tiba-tiba hancur?" Lu Jingran sempat pergi melihat keramaian itu bersama orang lain setelah mendengarnya.

Kursi itu hancur total, bahkan bisa dikatakan berkeping-keping. Entah seberapa besar kekuatan yang diperlukan hingga bisa hancur separah itu.

"Karena jimat itu," batin Lu Xiyao dalam hati. Namun, Lu Yangyang benar-benar sangat berani! Jimat yang mencelakai orang seperti itu bisa dipasang begitu saja tanpa dipelajari dengan matang!

"Mereka ternyata juga punya mobil!" Lu Yangyang menggigit bibirnya, menatap mobil keluarga Lu dengan tatapan suram. Meskipun itu bukan mobil yang biasa ia tumpangi dulu, itu tetaplah salah satu jenis mobil mewah!

Bukankah keluarga Lu sudah bangkrut? Ayah... Paman kan sudah tidak bisa berdiri lagi? Bagaimana mereka masih punya kemampuan untuk membeli mobil yang begitu mahal? Jangan-jangan itu nenek, dia yang membelikannya pakai uang!

"Nona, apa kita bisa berangkat?" Melihat para siswa sudah bubar semua, tetapi sang nona masih belum menunjukkan tanda-tanda ingin pergi, sang sopir mau tak mau bertanya.

"Ayo berangkat!" Lu Yangyang sadar dari lamunannya dan menyadari mobil keluarga Lu sudah pergi sejak entah kapan. Ia menutup pintu dan menyuruh sopir melajukan kendaraan.

Sesampainya di rumah, ia menceritakan apa yang dilihatnya hari ini kepada Lu Haoqi.

"Keluarga asal Shen Ruyi juga kaya raya, adalah hal yang wajar jika mereka punya mobil bagus." Lu Haoqi tidak memasukkannya ke dalam hati. Lagi pula, punya banyak uang pun untuk apa? Putranya sudah menjadi orang cacat.

Sebanyak apapun uang, tidak akan bisa mengembalikan kedua kaki putranya!

Ternyata begitu, Lu Yangyang menundukkan kepalanya. Kenapa tidak membuat keluarga Shen bangkrut juga?

Di sisi lain, Lu Jingran dan Lu Xiyao juga telah tiba di rumah.

"Yaoyao sudah pulang? Bagaimana hari pertama sekolah, lelah atau tidak? Ada yang merundungmu?" tanya Shen Ruyi saat melihat cucunya pulang.

"Lumayan, tadi pelajaran olahraga disuruh lari tiga putaran lapangan," kata Lu Xiyao tanpa ekspresi. Kalau tahu begitu, lebih baik pergi sehari telat agar bisa melewatkan lari keliling lapangan!

"Ini supaya kalian berolahraga dengan benar, kalau tidak di rumah kalian hanya akan meringkuk di sofa sambil menonton televisi," kata Meng Feixue sambil membawa jus dan kue kering dengan senyuman.

Setelah makan malam, Lu Xiyao kembali ke kamarnya dan mulai memperbaiki Pedang Bulu Phoenix lagi. Saat ini, Pedang Bulu Phoenix di dalam ruang dimensi sudah hampir selesai diperbaiki.

Hanya kurang sedikit bahan lagi. Jika ada sehelai sisik naga, maka pedang itu bisa diperbaiki dengan sempurna. Namun, di dunia sekarang ini, mencari seekor naga bukanlah perkara mudah.

"Ada apa denganmu?" Iblis bunga kecil melompat masuk dari luar dan melihat Lu Xiyao memasang raut wajah muram.

"Apa kau tahu tentang naga? Pernahkah kau melihat naga?" Lu Xiyao bertanya sambil menghela napas. Energi spiritual di dunia ini begitu tipis, berkultivasi saja sudah sulit! Bagaimana mungkin ada makhluk mitologi seperti naga?

"Tahu, di Kunlun ada seekor naga yang disegel di dalam danau di bawah gunung, tapi sudah bertahun-tahun tidak ada orang yang menemukannya." Iblis bunga kecil itu duduk di atas karpet, tidak mengerti mengapa Lu Xiyao tiba-tiba bertanya tentang naga.

Naga yang disegel ya? Kalau begitu lebih baik jangan dicari gara-gara. Hanya saja, apakah bisa mencuri sehelai sisik naganya mumpung dia tidak bisa bergerak?

Tapi bagaimana caranya ia pergi ke Gunung Kunlun? Dengan tubuh kecilnya yang sekarang ini, takutnya ia bahkan akan diusir saat naik kendaraan umum.

Amo yang sudah makan kenyang kembali dari luar dan melihat ada seekor iblis bunga kecil tambahan di dalam kamar. Ia menatap iblis bunga itu dengan tidak senang, kenapa makhluk ini datang lagi?

"Yaoyao, anjingmu mendelikan matanya padaku!" Iblis bunga kecil berkacak pinggang dan mengadu dengan kesal. Setiap kali ia datang, hanya saat bertemu dengan anjing ini saja ia pasti akan diplototi.

Anjing? Amo sangat ingin menelan makhluk ini dalam satu gigitan. Dirinya yang merupakan seekor makhluk mitologi agung, rubah ekor sembilan! Malah disebut anjing!

Ia langsung berbalik dan menerkam ke dalam pelukan Lu Xiyao, bermanja-manja sambil mengeluarkan suara rengekan, lalu sesekali melirik ke arah iblis bunga kecil di lantai.

"Kalian ini tidak bisa rukun ya?" kata Lu Xiyao tanpa daya. Setiap kali bertemu pasti selalu seperti ini!

"Dia bahkan tidak bisa bicara, untuk apa setiap hari kau membawanya?" kata iblis bunga kecil itu dengan ketus. Sekalipun itu adalah hewan peliharaan spiritual, setidaknya carilah yang kuat!

"Amo hanya sedang tidak ingin bicara, nanti kalau sudah waktunya dia pasti ingin bicara, iya kan?" Lu Xiyao mengelus kepala Amo.

Baru setelah itu Amo dibujuk hingga senang. Melihat ekspresi iblis bunga kecil yang sangat kesal, Amo tidak bisa menahan diri untuk meliriknya dengan angkuh. Tuan memang menyukaiku, mau apa kau?

"Huh! Anjing teh hijau, kerjanya hanya membuat trik murahan seperti itu. Dinasti Shang dulu hancur juga karena ulah rubah." Iblis bunga kecil mendengus dingin, lalu berlari keluar.

Ehm, Lu Xiyao sangat ingin mengatakan bahwa runtuhnya Dinasti Shang sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan rubah, tetapi iblis bunga kecil itu sudah terlanjur pergi.

Beberapa hari kemudian, Han Dong masuk sekolah. Ia mengganti kursinya dengan yang baru, lalu meletakkan bantalan tebal di atasnya agar ia bisa duduk dengan agak nyaman.

"Han Dong, kau sudah sembuh? Pantatmu masih sakit tidak?" Para siswa mengerumuninya dan bertanya bersahut-sahutan.

"Apa guru sudah menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi?"

"Ayah dan ibuku juga sudah memeriksa rekaman CCTV, tidak menemukan apa-apa, sepertinya aku sedang sial saja." Han Dong berkata pasrah. Ia menyalahkan kesialannya sendiri, dari sekian banyak kursi, kenapa hanya kursinya yang tiba-tiba pecah?

"Tidak apa-apa asal sudah sembuh, nanti aku yang bantu membawakan makanan dari kantin untukmu, istirahat saja yang benar!"

"Nanti kalau mau ke toilet kami yang papah!"

Sebenarnya Han Dong ingin bilang bahwa dirinya belum separah itu dan bisa pergi sendiri! Tapi ia tidak kuasa menolak kebaikan teman-teman sekelasnya yang terlalu bersemangat!

Tidak disangka ia bisa kembali secepat ini. Ia tadinya mengira bisa berbaring selama sepuluh hari setengah bulan. Lu Yangyang menyipitkan mata menatap Han Dong yang sedang dikerumuni, pandangannya jatuh ke tas sekolah anak laki-laki itu.

Sepertinya jimat itu sudah tidak ada lagi, kalau tidak, ia tidak mungkin bisa kembali dengan sehat, mungkin ia justru akan terus mengalami kecelakaan di sepanjang jalan.

Lu Xiyao yang berada di luar jendela tidak habis pikir. Kesalahan apa sebenarnya yang telah diperbuat Han Dong hingga membuat Lu Yangyang tega menggunakan jimat yang begitu kejam dan tidak masuk akal itu.

Sebenarnya, hal yang paling ditakuti dari jimat adalah digambar sembarangan. Kalau tidak ampuh, ya justru akan menimbulkan efek samping yang mengerikan!

Seperti jimat Han Dong kali ini, efeknya bukan sekadar membuatnya bernasib sial, tetapi juga akan memanggil arwah penasaran. Siang hari kelas ini adalah tempat para siswa, malam harinya akan berubah menjadi tempat berkumpulnya para hantu liar.

Kelak ruangan kelas ini akan menjadi semakin suram dan penuh energi negatif, mempengaruhi para siswa yang belajar di siang hari serta memicu sisi kelam dalam diri mereka.

Entah apakah Lu Yangyang menyadari akibat dari perbuatannya. Mengingat kemampuannya yang masih setengah matang, ia pasti tidak tahu, lagipula ia juga berada di kelas ini.

Saat jam makan siang tiba, para siswa di kelas semuanya pergi keluar. Hanya Han Dong seorang diri yang berada di dalam ruangan. Sinar matahari di luar sedang terik-teriknya, tapi entah mengapa, ia selalu merasa tengkuknya terasa dingin.

AC-nya kan tidak dinyalakan? Ia mau tak mau menoleh ke belakang, lalu ia melihat sesosok wajah hancur di belakang sedang meniup tengkuknya. Padahal mulutnya sudah tidak ada! Tapi bagaimana bisa mengeluarkan hawa dingin!

Begitulah isi pikiran Han Dong sebelum ia jatuh pingsan. Kursinya terjungkal, dan tubuhnya pun ikut jatuh membentur lantai.

"Pergi halangi CCTV." Lu Xiyao menepuk-nepuk Amo. Setelah memastikan Amo melakukannya, ia baru melangkah masuk dari luar dan langsung menendang makhluk jadi-jadian berwajah menyeramkan yang sedang mencoba mencuri ciuman pertama anak laki-laki itu.

"Waaaa! Beraninya menendangku!" Makhluk dengan wajah compang-camping itu menoleh dan menatap tajam ke arah orang yang datang.

Berani sekali merusak rencana indahnya, apakah orang ini sudah bosan hidup?!

"Makhluk apa kau ini?" Lu Xiyao mengerutkan kening menatapnya. Ini bukan hantu, bukan iblis, bukan pula siluman...?