Bab Tujuh: Api Kehidupan dan Cairan Penempaan Tubuh
Setelah berhasil mengusir orang yang menyebalkan itu, Yaowan menghela napas lega. Kini suasana menjadi jauh lebih nyaman, tak ada siapa pun yang mengganggu, dan ia pun menikmati ketenangan itu.
Ia mengangkat tangannya dan menutupi seluruh kamar tamu dengan kekuatan douqi, lalu menundukkan kepala, perlahan mengangkat ujung jarinya. Secercah cahaya biru kehijauan menjalar dari lengannya yang halus, merambat hingga ke ujung jarinya.
Warna biru pekat itu kemudian perlahan berubah menjadi hijau yang lebih hidup dan segar. Namun, kilauan hijau itu sangatlah tipis, seperti nyala lilin rapuh yang sendirian bergoyang di tiupan angin, seolah bisa padam kapan saja.
Yaowan tetap diam, ia hanya terus-menerus menyalurkan douqi-nya secara perlahan, menghangatkan api yang sangat rapuh itu.
Bukan, meski benda itu luar biasa, kini sudah terlalu lemah. Daripada disebut api, lebih tepat disebut benih api kecil yang hampir padam.
Inilah benih api dari Nyala Kehidupan yang didapat Yaowan dari kepala sukunya.
Tentang api aneh yang menduduki peringkat kelima dalam Daftar Api Langka itu, Yaowan sendiri tahu sangat sedikit. Hanya dari sepatah kata sang kepala suku, ia mengetahui bahwa api ini memiliki daya hidup luar biasa yang tak tertandingi oleh api langka manapun. Nyala Kehidupan adalah impian setiap alkemis.
Bukan hanya karena dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pembuatan pil seperti api langka pada umumnya, tapi karena daya hidupnya yang melimpah mampu menumbuhkan beragam tanaman obat dan bahan langka secara alami.
Dengan kata lain, jika memiliki Nyala Kehidupan, berarti memiliki pasokan tak habis-habisnya ramuan spiritual.
Walaupun Nyala Kehidupan tak punya kekuatan destruktif yang besar, kegunaannya sudah cukup membuat banyak orang rela mengejarnya mati-matian.
Sayangnya, yang dimiliki Yaowan bukanlah Nyala Kehidupan yang utuh, melainkan hanya secuil benih apinya saja.
Bahkan untuk mendapatkan benih sekecil itu pun, keluarga Yaowan harus membayar mahal pada pemilik Nyala Kehidupan, yakni Kakek Shennong.
Karena dengan benih itu, masih ada harapan, meski sangat kecil, untuk menumbuhkannya menjadi api langka yang baru.
Walau harapan itu tipis, bak benang, bakat dan kemampuan Yaowan sudah cukup membuat kepala suku beserta seluruh keluarganya rela terus berusaha.
Itulah sebabnya, selain latihan sehari-hari, Yaowan untuk waktu yang lama selalu menumbuhkan dan menghangatkan Nyala Kehidupan dalam tubuhnya.
Nyala Kehidupan melambangkan vitalitas yang melimpah, tentu tidak liar seperti api langka lainnya, tetapi juga tak mudah dijinakkan. Yaowan bisa menguasai benih api itu sejak masih di tingkat Dou Wang karena apinya yang begitu lemah, sehingga lebih mudah dijinakkan dan digunakan.
Namun menumbuhkan benih api dan menyalakan nyala api langka bukan perkara mudah.
Yaowan yang sudah lama menggunakan kekuatan hidupnya sendiri untuk menghangatkan benih Nyala Kehidupan, paham benar bahwa terburu-buru hanya akan sia-sia. Ia pun tak lagi seperti dulu, tiap hari menggenggam benih api itu tanpa pernah melepaskannya.
Selain rutinitas latihan yang membosankan, mau tak mau Yaowan pun sering berurusan dengan berbagai tanaman obat. Walaupun ia tak terlalu suka meracik pil, ia tetap punya sedikit minat pada urusan ramuan.
Sejak melarikan diri dari Pegunungan Shennong, hal yang paling sering ia lakukan adalah membuat berbagai ramuan aneh yang ternyata bisa menyembuhkan penyakit keras yang dianggap tak tersembuhkan oleh penduduk setempat.
Tak heran jika akhirnya ia dijuluki Dewi Obat oleh mereka.
Hanya saja, sampai saat ini, Yaowan sendiri tak terlalu suka dengan julukan itu.
Sudah susah payah menolong kalian, eh, kalian malah ingin berkoar-koar ke mana-mana tentang kebaikanku. Apa itu balas budi atau malah sebaliknya?
Setelah berlatih semalaman hingga matahari tinggi, Yaowan pun tidak merasa lelah sedikit pun. Justru karena sedang bersemangat, ia kembali mengambil beberapa bahan obat biasa dari cincin penyimpanannya. Dengan jari-jarinya yang lentik, ia membangkitkan seberkas api douqi.
Dalam sekejap, ia melemparkan bahan-bahan obat itu ke dalam api douqi, menyulingnya hingga menghasilkan cairan obat biru bening yang berkilau.
Bagi Yaowan yang memiliki jiwa tingkat langit, membuat cairan obat sederhana seperti itu bahkan bisa dilakukan hanya dengan satu pikiran, meski dalam tidur sekalipun.
Jiwa tingkat langit sendiri sudah melampaui batas yang tak pernah dicapai oleh alkemis kebanyakan, tak perlu diragukan lagi keistimewaan dan keajaiban yang bisa ia lakukan.
Adapun alasan ia masih membuat cairan obat yang sebenarnya tak begitu berguna baginya, bagi Yaowan, itu lebih karena minat semata.
Dibandingkan terus-menerus meracik pil sesuai resep lama hanya demi meningkatkan kekuatan, bagi Yaowan yang sudah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berlatih, hal itu benar-benar membosankan.
Bagi dirinya, jauh lebih menyenangkan jika ia bisa membuat ramuan-ramuan aneh yang efektif hanya karena tertarik sesaat. Setidaknya, anggap saja ia sudah melakukan sedikit kebaikan.
Walaupun Yaowan sendiri tak tahu, apakah berbuat baik di Benua Douqi benar-benar bisa menambah pahala.
Ah, biarkan saja~~
Saat Yaowan sedang berpikir seperti itu, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu.
"Nona Wan, apakah kau ada di dalam?"
Suara itu milik Xiao Yan.
Yaowan hanya diam, lalu mengenakan capingnya, kemudian berdehem, "Ya, masuklah."
Barulah Xiao Yan membuka pintu. Begitu ia melangkah masuk, aroma obat tipis yang memenuhi ruangan langsung membuyarkan pikirannya.
Ia hampir terpaku di ambang pintu, membiarkan aroma obat menyergap hidungnya.
"Harum sekali... Nona Wan sedang membuat ramuan?"
Namun, tak lama setelah ia masuk, aroma obat itu perlahan hilang terbawa angin yang masuk ke dalam kamar.
Mengingat kembali wangi obat yang berbeda jauh dari harum bunga atau wangi bedak, pertanyaan Xiao Yan pun muncul tanpa sadar.
"Ya," jawab Yaowan tanpa menyangkal, lalu mengulurkan jarinya yang ramping untuk menangkap botol kecil dari giok putih.
"Hanya ramuan penguat tubuh yang kubuat karena iseng, tidak terlalu tinggi tingkatannya."
"Kalau kau mau, ambil saja, tak masalah."
Sambil berbicara, Yaowan teringat bahwa Xiao Yan kini kekuatannya rendah, dengan douqi hanya di tingkat tiga yang sangat menyedihkan. Maka ia menambahkan, "Tapi kalau tubuhmu agak lemah, gunakan tiga kali saja. Meski tak bisa membantu banyak dalam latihan douqi, cairan ini bisa memperkuat fisik dan menyehatkan meridian."
Sebelum Xiao Yan sempat bereaksi, ia sudah melihat botol kecil itu melayang ke arahnya.
Dengan tergesa-gesa, ia pun menangkap botol putih mungil itu.
"Nona Wan... ini..."
"Sudah kubilang, kuberikan padamu, mana mungkin aku minta kembali?" Suara Yaowan mengandung senyum halus. Ia sendiri merasa penasaran, jika dirinya menjadi titik balik dalam hidup Xiao Yan, apakah dengan bakat dan potensinya, hanya butuh dua tahun untuk kembali bangkit dan bersinar?
Hal itu membuat Yaowan semakin ingin tahu.