Bab 21: Anak Orang Lain
Mata Waskita?
Setelah kegembiraan luar biasa, tiba-tiba pandangan Xiao Mu menggelap. Kedua matanya merasakan sakit dan gatal yang tak tertahankan. Sensasi itu datang secepat kilat, tapi juga menghilang dengan cepat. Begitu penglihatannya pulih, dunia di hadapannya pun berubah. Segala sesuatu tampak sangat jelas dan ia bisa melihat lebih jauh.
Ketika ia menatap ke luar jendela, Xiao Mu terkejut. Ia bisa melihat segalanya dengan jelas di tengah malam. Penglihatan malam? Ia bisa mengabaikan kegelapan! Hal yang paling menakutkan pun terjadi. Dalam ruang penglihatannya, bahkan partikel, debu, dan uap air di udara terlihat sangat jelas. Jika Xiao Mu mau, ia bahkan bisa melihat benda-benda yang berjarak ratusan hingga ribuan meter dalam sekejap.
Napasnya mulai memburu. Kemampuan ‘Senjata Manusia’ saja sudah sangat menakutkan. Tapi ‘Mata Waskita’ ini sepertinya jauh lebih luar biasa. Tak disangka, sebagai manusia Bumi, suatu saat ia bisa menjadi sehebat ini. Sungguh luar biasa!
“Jangan melamun, pulang dan istirahatlah,” suara Fang Shaoqiang tiba-tiba terdengar di sampingnya.
Xiao Mu mengedipkan mata. Seketika, matanya kembali ke penglihatan normal.
“Tidak perlu,” Xiao Mu menggeleng, lalu memandang gurunya, “Aku mau memeriksa sekali lagi.”
Mata Fang Shao bersinar, dan sudut bibirnya terangkat tanpa sadar. Menjadi polisi yang lembur mengusut kasus sudah biasa. Kalau tidak sanggup menahan lelah seperti ini, lebih baik jauh-jauh dari profesi ini. Dalam pandangan Fang Shao, Xiao Mu sama sekali tidak seperti anak-anak, lebih mirip seorang detektif senior. Tiba-tiba ia merasa iri pada teman lamanya yang punya anak sehebat ini.
Saat melakukan pemeriksaan ketiga di TKP, Xiao Mu belum sadar bahwa di mata gurunya, ia sudah menjadi ‘anak orang lain’ yang selalu jadi perbandingan. Sebuah pikiran melintas, dan dunia di matanya kembali berubah. Dalam ruang penglihatan ‘Mata Waskita’, beberapa detail yang tak ditemukan pada dua pemeriksaan sebelumnya, kini muncul satu per satu.
Setelah ia memeriksa kembali kamar anak yang hilang, seperti dua kali sebelumnya, tetap saja tidak menemukan apa-apa.
“Ada yang sangat aneh!” Xiao Mu berdiri di samping ranjang, matanya menatap tajam ke sebuah ranjang kecil. Pandangannya beralih ke tongkat di samping tempat tidur. Setelah tiga kali pemeriksaan, telah dipastikan bahwa anak itu tidak pernah meninggalkan kamar, apalagi turun dari ranjang. Sebab, anak itu memang cacat sejak lahir, tanpa tongkat tak bisa berjalan sendiri. Jika ia melompat-lompat keluar kamar, pasti akan ada jejak kaki di lantai. Selain itu, jika ia turun dari ranjang, ibunya pasti mendengar suara.
Semua indikasi menunjukkan bahwa anak itu tidak pernah meninggalkan kamar, juga tidak pernah turun dari ranjang. Xiao Mu memutar leher, lalu menatap jendela kamar. Jendela sudah diperiksa tim empat, tidak ada tanda-tanda diganggu orang. ‘Mata Waskita’ pun tidak menemukan jejak aneh pada jendela. Selain pintu dan jendela, tidak mungkin ada jalan keluar lain di kamar ini. Bagaimana mungkin seseorang bisa menghilang dari ranjang?
Jangan-jangan ini kejadian gaib? Tapi itu jelas tidak masuk akal!
Mata Xiao Mu tiba-tiba memancarkan kilatan dingin. Ia teringat pertanyaan yang pernah diajukan dosen saat ia masih di akademi kepolisian di kehidupan sebelumnya.
Apakah kamu yakin apa yang dilihat mata itu pasti nyata?
Ingat betul, saat pertanyaan itu dilontarkan, banyak teman sekelas yang kebingungan. Xiao Mu pun sempat berpikir, jika apa yang dilihat mata sendiri pun tidak nyata, lalu apa yang bisa disebut nyata di dunia ini?
Baru setelah terjun menangani kasus, Xiao Mu sadar bahwa kadang mata memang bisa menipu diri sendiri. Seperti dalam beberapa kasus, jika tidak diusut sampai akhir, kamu tidak akan tahu apa kebenarannya. Bahkan kadang apa yang disebut kebenaran, ternyata hanya sesuatu yang sengaja diperlihatkan oleh seseorang!
“Kalau begitu…”
Mata Xiao Mu yang hitam dan putih membelalak, ia memandang sekeliling, lalu bergumam, “Apakah semua yang kulihat di rumah ini, ruangannya, semua isinya, benar-benar sudah tak ada yang terlewat?”
Mungkinkah ada tempat tersembunyi di rumah ini yang tak bisa dilihat orang?
Jika hipotesis itu benar, masuk akal. Itu yang menjelaskan mengapa seorang anak bisa menghilang begitu saja. Juga mengapa para detektif senior tidak menemukan petunjuk. Jadi, tempat ini bukan tak terlihat, hanya saja tanpa sadar diabaikan? Karena pola pikir otak manusia tak pernah menganggap tempat itu bermasalah. Tempat yang tak pernah terpikirkan sebagai jalan untuk membawa kabur seorang anak. Begitu bukan?
Dengan sudut pandang ‘Mata Waskita’, Xiao Mu membelalakkan mata dan mulai mengamati kamar itu satu inci demi satu inci. Lantai, dinding, lemari pakaian, bawah tempat tidur... Akhirnya perlahan ia mengangkat kepala, menatap ke langit-langit.
Tiba-tiba, sudut matanya berkedut keras. Pandangannya tertuju pada plafon gantung. Di sekeliling plafon kamar tidur itu ada desain melayang. Bagian cekungnya dipasang lampu malam, dan di tengahnya ada lampu utama. Terlihat indah dan sederhana.
Apa yang ditemukan Xiao Mu? Dalam penglihatan ‘Mata Waskita’, ia dengan jelas melihat di tepi cekungan plafon... ada sidik jari anak-anak!
Tinggi dalam kamar itu sekitar 3,5 meter. Bahkan orang dewasa yang berdiri di atas ranjang pun hanya bisa menyentuh pinggiran plafon gantung dengan susah payah. Lalu, masalahnya: bagaimana mungkin seorang anak berusia lima tahun yang cacat, bahkan tak bisa berjalan sendiri, bisa menyentuh pinggiran cekungan plafon dan meninggalkan sidik jari?
Dan sidik jari itu sangat aneh. Biasanya, jika seseorang ingin menyentuh langit-langit, telapak tangannya menghadap ke atas, jadi sidik jarinya mengarah ke atas. Tapi sidik jari yang satu ini sebaliknya. Seperti telapak tangan menghadap ke bawah, dan jari-jari menyentuh pinggiran cekungan plafon itu.
Dalam kondisi bagaimana seorang anak bisa meninggalkan sidik jari seperti itu?
Seketika, seperti ada arus listrik mengalir di benaknya, Xiao Mu pun langsung memahami banyak hal. Ia telah menemukan jawabannya! Ia akhirnya tahu bagaimana anak itu bisa menghilang begitu saja.
Karena memang anak yang hilang itu tidak pernah keluar dari kamar. Juga tidak keluar lewat pintu atau jendela. Tempat menghilangnya adalah langit-langit!
“Paman Fang.” Xiao Mu menarik napas dalam-dalam, lalu berteriak, “Sudah ketemu petunjuknya!”
Mendengar teriakan itu, Fang Shaoqiang segera berlari masuk dari luar kamar, diikuti dua polisi kriminal dari tim empat. Saat ketiganya masuk kamar dan melihat Xiao Mu, mereka terkejut melihat bocah itu sedang menatap ke langit-langit.
Semua: ???
Xiao Mu menunjuk ke arah langit-langit, “Ada seseorang yang membawa anak itu pergi dari sini!”
Semua: ( ̄□ ̄)
Membawa seorang anak lewat langit-langit? Rasanya seperti bocah ini sedang bercanda dengan mereka.
Melihat wajah semua orang yang kebingungan, Xiao Mu justru tersenyum bahagia. Ya, siapa yang bisa menyangka ada orang yang bisa membawa seseorang lewat langit-langit? Justru karena tak ada yang terpikir ke situ, kasus ini jadi sangat aneh. Jika tak pernah ditemukan, kasus ini akan jadi misteri selamanya.
Seorang polisi kriminal mengambil kursi, meletakkannya di atas tempat tidur, lalu naik untuk memeriksa plafon. Begitu ia melihat ke atas, ekspresinya langsung berubah, wajahnya jadi muram. Ia pun melihat sidik jari itu.
“Ada yang tidak beres!”
Begitu kata-kata itu terucap, ruangan pun langsung hening. Fang Shaoqiang dan satu polisi lainnya menatap Xiao Mu. Pandangan mereka seolah sedang menyaksikan keajaiban!