Bab 95: Gelap di Bawah Lampu
Jejak kaki di tempat kejadian telah dijaga dengan baik oleh tim Keamanan Nasional. Hal ini sangat mengurangi beban berpikir bagi Syao Mu, yang mengikuti jejak kaki tersebut hingga tiba di sebuah halte bus. Kemudian, berdasarkan foto yang memperlihatkan jejak kaki saat itu, ia masuk ke sebuah kawasan perumahan.
Tiba-tiba, Syao Mu mengerutkan alisnya, menatap foto jejak kaki itu sambil memikirkan jarak, langkah, dan rentangnya. Ada sesuatu yang tidak beres. Apakah orang tersebut sedang menyamar? Jika tidak, mengapa gaya berjalan yang semula seperti seorang pria dewasa berubah menjadi seorang remaja begitu meninggalkan halte bus?
Ketika Syao Mu tiba di perumahan, jejak kaki tersebut menghilang di depan taman kecil. Tim Keamanan Nasional telah memeriksa taman itu dan menemukan jejak kaki di dalamnya, namun di luar taman, jejak itu tidak ditemukan lagi.
Syao Mu menunduk memeriksa jejak kaki di luar taman bunga. Memang benar, jejak itu hilang! Inilah alasan Wang Xu dulu mengatakan bahwa orang itu menghilang tanpa jejak. Benarkah ia benar-benar menghilang? Syao Mu kembali mengingat penemuannya tadi. Jejak kaki berubah dari ‘pria dewasa’ menjadi ‘remaja’. Semua berubah sejak halte bus. Apa yang akan terlintas di benakmu?
“Periksa penghuni di kawasan ini yang berusia antara 16 hingga 19 tahun,” ucap Syao Mu pada Wang Xu. “Prioritaskan, apakah ada yang pulang tanpa alas kaki semalam.”
“Hah?” Wang Xu terkejut.
“Cangkang belalang,” Syao Mu berkata dengan suara dingin. “Belalangnya pergi, dan kita hanya tertipu oleh cangkangnya.”
Syao Mu kembali ke halte bus. Ia menemukan jejak kaki terakhir dari ‘pria dewasa’ tepat di tepi deretan bangku panjang. Namun bukan dalam posisi berjalan, melainkan kedua kaki berhenti di tempat.
Mengapa berhenti di situ?
Kemudian, jejak kaki itu berubah menjadi jejak kaki remaja ukuran 43? “Mungkin di situ ada seorang remaja, kamu menggunakan cara tertentu untuk mengambil sepatunya,” Syao Mu menatap bangku panjang dan bergumam, “Kamu membiarkan remaja itu masuk ke kawasan perumahan, dan kamu pergi dari sini dengan memakai sepatunya, memainkan trik cangkang belalang?”
Satu jam kemudian, telepon Syao Mu berdering, Wang Xu menelepon, “Sudah ketemu!”
Tak lama kemudian, Wang Xu dan seorang petugas Keamanan Nasional datang sambil membawa seorang remaja yang wajahnya pucat.
“Tadi malam ada seseorang memberiku uang satu juta dan memintaku menyerahkan sepatu, lalu berjalan pulang tanpa alas kaki, masuk ke taman bunga, dan meminta keluarga membawakan sandal…” Remaja itu mengaku dengan jujur.
Syao Mu mengamati remaja itu sejenak, tinggi 181 cm, tubuhnya juga cukup besar. Cocok dengan target yang telah dianalisisnya. Ia lalu menatap kaki remaja itu dan membayangkan.
Saat remaja itu berjalan tanpa alas kaki ke kawasan perumahan dan masuk ke taman bunga, keluarganya membawakan sandal. Beberapa sandal berukuran besar, dan setelah mengenakan sandal, jejak kaki sebelumnya pun menghilang!
“Uangnya tunai?” tanya Syao Mu dengan suara dingin.
“Ya.”
“Kamu masih ingat wajahnya?”
“Masih, biasa saja.”
“Bagaimana dengan tubuhnya?”
“Hmm... waktu itu seluruh tubuhnya basah kuyup, sangat kekar.”
“Ketika berbicara denganmu, apakah wajahnya menunjukkan ekspresi?”
“Tidak, aneh juga. Wajahnya seperti ikan mati, terasa tidak selaras.”
“Ada hal lain yang dia suruh lakukan?”
“Dia melarangku menoleh ke belakang, meminta aku terus masuk ke perumahan.”
“Baik, kamu boleh pulang,” kata Syao Mu tanpa bertanya lagi.
Karena kasus ini tidak ada kaitan dengan remaja itu. Setelah petugas Keamanan Nasional membawa anak itu pergi, Wang Xu bertanya, “Kenapa tidak meminta pelukis menggambar wajahnya?”
Syao Mu menatapnya dengan pandangan aneh dan menjelaskan, “Sudah tidak berguna. Masih ingat pembunuh di zona percobaan waktu itu?”
Wang Xu berubah wajah. Tentu saja ingat, waktu itu wajah pelaku tertutup lapisan ‘penyamaran’. Baru saja Syao Mu bertanya pada remaja itu, jawabannya adalah: wajah ikan mati, tidak selaras. Penyamaran!
Tubuh yang basah sudah jelas, itu karena dia baru keluar dari Danau Selatan. Melarang remaja menoleh, agar tidak mengetahui dari mana pelaku melarikan diri dan memberi tahu polisi.
Namun sekarang, jejaknya tetap terputus. Karena satu hari telah berlalu. Jejak kaki di halte bus sudah tertutup lapisan demi lapisan, tidak mungkin lagi melacak orang itu. Selain itu, tidak ada kamera pengawas di sekitar halte bus.
Kamera terdekat adalah kamera lalu lintas di jarak lebih dari delapan puluh meter. Bagaimana cara menemukannya?
“Ada caranya.” Syao Mu menatap kamera di tiang lampu lalu lintas delapan puluh meter jauhnya. “Ambil rekaman video lalu lintas saat remaja itu berada di sini, cari mobil yang melintas di jalan tersebut pada waktu itu, ambil rekaman dashcam dari mobil-mobil itu.”
“Sekarang kebanyakan mobil sudah punya dashcam. Jika mereka melintasi jalan itu, apakah mungkin dashcam merekam keadaan di halte bus? Apakah mungkin merekam remaja dan orang itu?”
“Mobil di belakang juga mungkin merekam bagaimana orang itu pergi, apakah benar begitu?”
Gila... Wang Xu menatap Syao Mu dengan takjub, kepalanya terasa merinding.
Bagaimana dia bisa memikirkan hal itu?
Mungkin orang lain juga bisa memikirkan cara itu, tapi Syao Mu langsung menemukannya dalam sekejap, sementara kau sendiri belum kepikiran. Benar-benar hebat!
Kurang dari setengah jam kemudian, melalui kamera lalu lintas, mereka menemukan mobil yang melintas di jalan itu pada waktu yang bersangkutan, beserta identitas pemilik mobil.
Dua jam kemudian, beberapa petugas Keamanan Nasional menemukan mobil-mobil itu dan mengambil dashcam mereka.
Kemudian, teknisi menemukan beberapa rekaman dashcam dari semalam.
Satu jam berlalu.
Target kembali terkunci!
Syao Mu memegang ponsel, menonton rekaman dashcam. Ia melihat seorang pria berwajah ikan mati naik ke sebuah taksi.
Taksi telah teridentifikasi, rekaman dashcam juga ditemukan.
Satu setengah jam kemudian, Syao Mu berdiri di depan sebuah pusat perbelanjaan.
Saat itu pukul 20.35, pusat perbelanjaan masih buka.
Melalui kamera pengawas pusat perbelanjaan, pelaku teridentifikasi masuk ke lantai tiga, menuju area pakaian, dan masuk ke sebuah toko pakaian.
Lalu menghilang!
“Ha!” Syao Mu tertawa sinis.
Melalui kamera pengawas pusat perbelanjaan, mereka kembali menemukan seseorang. Orang itu keluar dari toko pakaian dengan memakai masker, topi, kacamata...
Bentuk tubuh pelaku berubah total, wajahnya pun berubah sepenuhnya.
Kini ia menjadi pria tinggi dan gemuk, usia paruh baya.
Dari rekaman kamera, pria itu keluar dari pusat perbelanjaan dan naik ke mobil layanan transportasi daring.
Identitas mobil ditemukan, rekaman dashcam juga ditemukan.
Lalu, tempat pelaku terakhir terlihat pun diketahui.
Wang Xu melihat hal itu dengan bengong.
Syao Mu justru mengejek.
Orang itu ternyata kembali ke Taman Danau Selatan.
Bisakah kau percaya?
Bukan hanya kembali, ia juga pergi ke kawasan perumahan tempat remaja tadi menghilang.
Sungguh luar biasa!
Siapa yang akan menduga bahwa orang itu bersembunyi di bawah hidungmu sendiri?
Syao Mu teringat sebuah istilah: gelap di bawah lampu!
Saat itu, Syao Mu berdiri di dalam kawasan perumahan.
Ia menengadah, menatap bangunan di sekitarnya.
Tiba-tiba, ia melihat ke atap salah satu gedung.
Jadi, selama ini kau memantau kami?
Tiba-tiba, pupil Syao Mu mengecil tajam, perasaan bahaya muncul dari dalam hati.
Terkunci?
Dalam sekejap, ia melangkah ke depan.
Dentuman keras terdengar!