Bab Tujuh Puluh Empat: Bakat yang Kurang
Chu Xi meraba lembut pada bagian pembuluh darah yang tersumbat oleh energi sumber. Energi sumber itu ternyata menumpuk membentuk lembaran di dalam tubuh Wang Dongyang, benar-benar menutup jalur pembuluh darah hingga setetes darah pun tak bisa mengalir. Chu Xi menyalurkan energi sumbernya, mencoba menarik-narik lembaran energi sumber itu beberapa kali, namun tetap tak bergeming. Sumbatan energi ini sungguh dirancang dengan sangat cerdik, tak disangka energi sumber bisa digunakan seperti ini.
“Ayah, sudah kutangkap!” seru Chu Ranyou, yang melilit tiga pria itu erat-erat dengan tentakel ramping dan kuat miliknya. Ketiga pria itu bertubuh pendek, tampak berminyak dan licik, persis seperti preman pasar yang berwajah tak bisa dipercaya.
Chu Xi memandang mereka dingin, lalu membentak, “Siapa yang mengutus kalian?”
Ketiganya menoleh ke samping. Seorang pria bermuka bulat seperti kucing gemuk bergumam lirih, “Aku takkan bilang kalau kami diutus Zhou Ke dari Farmasi Keluarga Zhou.”
“Tigor! Kenapa kau kebiasaan keceplosan lagi! Kapan kau bisa hilangkan tabiat itu!” hardik salah satu temannya.
“Farmasi Keluarga Zhou, Zhou Ke? Ayahnya Zhou Yin?” tanya Chu Xi dengan nada heran. Sebelumnya, Zhou Yin memang pernah berselisih dengannya dan sudah diberi pelajaran. Selama ini Zhou Yin selalu bersikap patuh, tak pernah mencari masalah. Mengapa tiba-tiba Zhou Ke mau mencelakai Wang Dongyang? Chu Xi tak habis pikir.
“Cepat buka sumbatan energi sumber di tubuhnya, atau kalian bertiga harus menanggung nyawanya!” ancam Chu Xi.
Niu Pang mendongak dengan sombong, “Teknik pembentukan energi sumber ini adalah keahlian tertinggi kami bertiga. Tak semudah itu kau bisa membukanya.”
Yang Pang segera menimpali, “Kalau kau mau memohon, mungkin saja kami bertiga bisa bermurah hati dan membebaskannya.”
Mata Chu Xi menyipit, menatap Tigor seolah memikirkan sesuatu, lalu bertanya, “Coba ceritakan, bagaimana kalian melatih teknik andalan ini?”
Mata Tigor berbinar. Ia langsung menjawab, “Karena kau bertanya dengan tulus, tak ada alasan bagiku untuk merahasiakannya. Lembaran energi sumber ini terbentuk dengan cara mengompresi energi sumber hingga tingkat tertentu, sehingga ia bisa bertahan dalam tubuh dengan bentuk spesifik. Alat deteksi biasa tak akan bisa menemukannya. Ini cara terbaik untuk membunuh orang.”
“Tigor, tutup mulutmu! Jangan bicara lagi!” Dua temannya buru-buru menutup mulut Tigor. Mulutnya memang terlalu cepat, tanpa perlu diancam sudah membocorkan semua.
Chu Xi meletakkan satu tangan di tubuh Wang Dongyang, merasakan tingkat kompresi energi sumber pada lembaran itu. Benar seperti kata Tigor, tingkat kompresi energi sumbernya jauh lebih tinggi daripada energi sumber yang biasanya menempel di tubuh.
Yang Pang menjulurkan leher, mencoba menantang, “Jangan kira hanya karena kau tahu caranya, semuanya jadi mudah. Mengompres energi sumber itu tak semudah yang kau bayangkan. Perlu bakat, mengerti?”
Nada Yang Pang penuh keangkuhan, paling tak tahan diejek. Chu Xi sudah lama menyadarinya dan langsung menyindir, “Dengan wajah seperti kalian, masih pantas bicara soal bakat?”
Yang Pang tak terima, “Meremehkan siapa kau ini? Dalam uji energi sumber, ada satu indikator bernama nilai kompresi energi. Semakin tinggi nilainya, makin besar energi sumber yang dapat dikompresi. Rata-rata orang hanya punya nilai sekitar lima ratus, tapi kami bertiga mencapai seribu. Kami bisa mengompresi energi sumber sangat tinggi, bahkan setelah keluar dari tubuh pun bisa bertahan lama.”
Nada bicara Yang Pang makin sombong, menatap rendah pada Chu Xi, “Soal bakat, kau jelas bukan tandingan kami bertiga. Dari seribu orang, belum tentu ada satu yang punya nilai tinggi, sementara kami bertiga jelas orang terpilih. Kau tak akan pernah bisa menandingi kami.”
Yang Pang melirik kedua saudaranya, makin menjadi-jadi, “Sekalipun kau sangat berbakat, punya nilai tujuh ratus atau delapan ratus, lebih tinggi dari orang kebanyakan, tetap saja kau tak mungkin menguasai teknik kompresi energi sumber ini. Kami butuh setahun penuh untuk mencapai tingkat ini. Kau yang baru dengar pun mustahil bisa membuka sumbatan energi sumber itu. Pada akhirnya, kau tetap harus meminta tolong pada kami.”
“Eh!”
Baru saja kalimat Yang Pang selesai, Chu Xi langsung menyalurkan energi sumbernya ke lembaran energi sumber itu, mengurangi tingkat kompresinya, lalu menariknya hingga terlepas. Setelah itu, Chu Xi menyalurkan listrik dan memberikan satu hentakan kuat, membuat detak jantung Wang Dongyang kembali normal.
Ketiga pria itu ternganga, kepala mereka seperti dipukul palu. Belum selesai bicara, Chu Xi sudah berhasil mencabut lembaran energi sumber itu tanpa kesulitan sedikit pun.
“Bagaimana mungkin... Teknik kompresi energi sumber kami bertiga bisa kau pecahkan? Nilai kompresi energimu berapa, sebenarnya?”
Chu Xi mengangkat kepala, mengingat-ingat sebentar, lalu menjawab datar, “Sepertinya tak terbatas. Huang Xun memang tidak bisa diandalkan, apa-apa tak tahu. Soal nilai kompresi energi sumber, aku baru dengar juga. Sepertinya setelah masuk Akademi Kasyapa, aku harus mulai belajar energi sumber secara sistematis.”
“Tak terbatas? Omong kosong! Itu mustahil, tak mungkin sama sekali!”
Ketiganya merinding. Seumur hidup mereka belum pernah mendengar ada orang tak terbatas. Di satu sisi mereka tak percaya, di sisi lain harus percaya juga. Hanya dengan sedikit penjelasan, Chu Xi sudah menguasai teknik kompresi energi sumber dan memecahkan sumbatan mereka. Bakat seperti ini sungguh di luar nalar.
Chu Xi menoleh ke arah Yang Pang, tersenyum sinis, “Penjelasanmu sangat rinci, terima kasih. Kalian bukan kalah oleh kerja keras, tapi oleh bakat. Ranyou, makan saja mereka.”
“Baik, Ayah.” Chu Ranyou membuka mulut lebar-lebar, cukup besar untuk menelan mereka sekaligus. Ketiganya saling berpelukan, menggigil ketakutan seraya memohon, “Jangan... jangan makan kami. Kami sudah setahun tak mandi, tubuh kami bau basi, nanti kau malah sakit perut!”
“Kakak, ampunilah kami. Apa pun yang kau inginkan, apa pun yang ingin kau ketahui, kami bisa penuhi. Asal jangan makan kami.”
“Tunggu dulu,” seru Chu Xi menghentikan Chu Ranyou, lalu berjalan perlahan ke depan mereka, menarik sebuah kursi dan duduk. Ia bertanya, “Mengapa Farmasi Keluarga Zhou mengutus kalian membunuh Wang Dongyang? Apa masalah antara mereka berdua?”
Niu Pang memutar matanya, “Kami hanya menjalankan perintah. Soal dendam mereka, mana kami tahu.”
Chu Xi melambaikan tangan, “Makan saja mereka.”
“Jangan... jangan!” Tigor buru-buru menjelaskan, “Aku dengar... aku dengar kericuhan di Hotel Jingxi sebelumnya, dalangnya adalah Keluarga Zhou.”
Chu Ranyou meletakkan ketiga pria itu di depan Chu Xi. Tatapan dingin Chu Xi membuat mereka menggigil.
“Kau yakin?”
“Seratus persen benar. Kalau tak percaya, tanya saja Wang Dongyang. Dia juga bagian dari orang yang direkrut Keluarga Zhou, termasuk urusan meracuni minuman, semuanya sudah diatur dengan penjaga hotel agar ada kesempatan meracuni. Kami bertiga diutus untuk membunuh Wang Dongyang sebab mereka takut dia bangun dan rahasia mereka terbongkar.”
Dari raut wajah mereka, tampaknya mereka tidak berbohong. Chu Xi sungguh tak menyangka Keluarga Zhou bisa seberani itu. Awalnya hanya perselisihan kecil, tapi Keluarga Zhou memilih memperbesar masalah ini.
Chu Xi mengibaskan tangan, Chu Ranyou pun melepaskan mereka dan kembali melompat ke kantong Chu Xi.
“Kalian bertiga pergilah. Jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Lain kali kalian takkan seberuntung ini.”
Mereka bertiga mengucapkan terima kasih lalu bergegas pergi tanpa menoleh sedikit pun.
Ki Tua membanting kakinya dengan keras. Tindakan Keluarga Zhou kali ini membuat Chu Xi sangat dirugikan, bahkan sampai harus terpaksa meninggalkan Kota Huai. Sungguh tak bisa dimaafkan!
“Tak kusangka Keluarga Zhou begitu kejam, menyusun skema licik sebesar ini. Sungguh niat mereka sangat jahat!”
Chu Xi merenung sejenak, kemudian bertanya pada Ki Tua, “Bisakah kau membantuku menyelidiki semua jalur bisnis Farmasi Keluarga Zhou saat ini? Semakin rinci semakin baik.”
...
Di lantai atas Gedung Farmasi Keluarga Zhou, Zhou Ke mondar-mandir di dalam ruangannya, wajahnya dipenuhi kegelisahan.
“Bagaimana ini, Ayah? Aku masih tak bisa menghubungi ketiga pria itu. Kurasa mereka gagal.”
Zhou Ke cemberut tanpa bicara. Jika ketiga orang itu gagal dan Chu Xi sampai menemukan mereka, nyawa Zhou Ke jelas berada di ujung tanduk.
Kasus Hotel Jingxi membuat semua orang sadar bahwa Chu Xi bukan orang biasa. Bakatnya luar biasa, bukan lawan yang bisa dihadapi orang biasa. Akibatnya, bisnis Grup Dagang Sheng milik Chu Xi pun sangat terhalang, tapi di sisi lain, semua orang jadi sangat takut pada Chu Xi. Orang-orang yang tadinya berniat mengganggu Chu Xi kini memilih menghindar sejauh mungkin.
“Aku seharusnya tak menuruti kata kakekmu! Kalau tidak, mana mungkin kita sampai terjebak di situasi seperti ini!”
Zhou Yin berusaha menenangkan ayahnya, “Sekarang bicara begitu tak ada gunanya. Melihat cara Chu Xi menyingkirkan Ma Shengling, kukira ia akan segera bergerak ke bisnis kita, bahkan mungkin langsung ke kita. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana mencari solusi dari masalah di depan mata.”