Bab Tujuh Puluh Enam: Paket Pemula yang Terlambat Datang!
(Ucapan terima kasih kepada [Feng Wu Xuan Shang, Fang], sahabat pembaca yang telah memberikan seribu koin!)
Meskipun ia dipenuhi oleh banyak pertanyaan, saat melihat Ruan Bin mulai menjahit sebagian kecil luka dan menemukan hasil jahitannya sangat rapat tanpa menyebabkan robekan pada limpa, ia benar-benar terkejut.
Pada saat itu juga, Ruan Bin memotong benang domba setelah mengikat simpul, lalu mengganti ke jarum bulat dan mulai menjahit lagi!
Setiap tusukan dilakukan dengan sangat lambat dan stabil, seolah sedang menyulam pemandangan alam, juga menghindari pembuluh arteri dan vena.
“Itu... itu—jahitan paralel inversi?”
Saat ini, hati Kepala Qian benar-benar dikejutkan. Jahitan luka limpa ternyata bisa menggunakan teknik jahitan paralel dan vertikal inversi? Umumnya, untuk menjahit luka limpa, biasanya digunakan jahitan mattress.
Sebab, metode mattress dianggap paling tepat untuk menjahit luka limpa—hal ini merupakan hasil pengalaman para dokter bedah yang telah diwariskan turun-temurun.
Namun hari ini, keterampilan Ruan Bin benar-benar membukakan matanya!
Yang paling utama, ia melihat jahitan yang dilakukan benar-benar sempurna! Ia sama sekali tak bisa menemukan celah untuk mengkritiknya.
Awalnya ia kira Ruan Bin hanya akan menggunakan dua metode jahitan tersebut. Namun, setelah beberapa tusukan, ternyata ia juga menggunakan jahitan mattress paralel, dan pada akhirnya jahitan mattress vertikal!
“Huff... akhirnya selesai juga menjahitnya.” Ruan Bin menarik napas lega.
Kali ini ia menghabiskan tujuh menit untuk menjahit! Karena ia melakukannya dengan sangat teliti dan hati-hati, prosesnya menjadi sedikit lebih lama. Yang terpenting, limpa memang sulit dijahit, teksturnya rapuh, jadi butuh ketelatenan ekstra.
Namun di mata Kepala Qian, itu pun sudah sangat cepat!
“Kepala Qian, bagaimana menurut Anda? Sudah cukup baik?” Ruan Bin menoleh menatap Qian Haomin.
Kepala Qian meneliti luka jahitan itu, sangat tipis, hampir tak lebih lebar dari selembar kertas tebal, menandakan luka dijahit sangat rapat, dan tak tampak ada bagian yang pecah!
Secara keseluruhan, hasilnya benar-benar sempurna!
“Luar biasa, apakah kau menggabungkan beberapa teknik jahitan sekaligus?” Qian Haomin tak tahan untuk bertanya.
“Benar, harus menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Untuk luka seperti ini, saya rasa tidak perlu sepenuhnya menggunakan jahitan mattress vertikal. Lebih baik memilih metode jahitan yang paling tepat sesuai dengan bagian luka yang terbuka,” jelas Ruan Bin.
“Ini benar-benar luar biasa!” Kepala Qian berkata datar.
Selain itu, ia juga melihat dengan jelas bahwa kemampuan menjahit Ruan Bin memang sangat tinggi. Ketika menjahit tadi, gerakannya sangat mantap, presisi, rapat, tanpa menimbulkan kerusakan—benar-benar membuatnya terkesima! Tak heran Jiang Yurong sendiri mengakui teknik debridemen dan jahitannya kalah dari Ruan Bin. Sekarang setelah melihat langsung, ia pun merasa kemampuan jahitannya selama dua puluh tahun lebih berpraktik masih kalah jauh.
Apalagi, ia menggunakan benang domba paling tipis, namun dengan teknik jahitan sempurna seperti itu, benar-benar menutupi kekurangan yang dulu ia anggap sebagai kelemahan—yakni benang domba kecil kurang rapat dan kokoh.
“Selanjutnya tunggu setengah jam. Jika setelah setengah jam limpa masih belum bisa berfungsi dan tak ada tanda kehidupan, mau tak mau harus dilakukan pengangkatan seluruh organ,” ujar Kepala Qian.
“Baik,” Ruan Bin mengangguk.
Jujur saja, ia pun tak tahu apakah limpa anak laki-laki itu bisa pulih!
Meski ia yakin jahitannya sangat sempurna, namun limpa sudah rusak berat dan sempat mengalami perdarahan hebat, sebelumnya vena sempat putus sehingga darah tak dapat kembali, menyebabkan limpa dalam kondisi tanpa aliran darah. Bisa saja ini menyebabkan sebagian dari limpa menjadi nekrosis.
Meskipun sudah diperbaiki lewat operasi, apakah benar-benar bisa pulih, hanya Tuhan yang tahu!
Waktu pun berlalu perlahan.
Ruan Bin dan yang lain menatap instrumen di samping meja operasi dengan gelisah menunggu perkembangan keadaan.
“Sudah setengah jam!” Kepala Qian berkata dengan suara berat.
“Tanda vital stabil, tekanan darah 92/63, dalam batas normal, detak jantung 75, normal, hemodinamika stabil!” lapor Huang Hongwen.
“Benar, limpa tampak merah segar, tidak ada warna ungu kehitaman, sepertinya tidak terjadi nekrosis!” Ruan Bin pun ikut menghela napas lega.
“Bagus, saya rasa kemungkinan limpa ini berhasil diselamatkan. Ruan Bin, lanjutkan pencucian dan tutup abdomen, setelah itu lakukan USG lagi. Sekalian cek kadar hemoglobin. Jika semua normal, berarti limpa benar-benar selamat. Namun untuk memastikan tidak ada perdarahan pasca operasi, tetap harus dipantau beberapa hari lagi!” Kepala Qian juga akhirnya bisa bernapas lega. Jujur saja, ia pun tak menyangka limpa pasien ini bisa diselamatkan. Sungguh beruntung ada teknik debridemen dan jahitan tingkat tinggi dari Ruan Bin!
“Baik.”
...
Keluar dari ruang operasi.
“Bagaimana hasilnya?” Jiang Yurong, yang setelah menerima infus sudah membaik, segera bertanya saat melihat Ruan Bin dan yang lain keluar.
“Sejauh ini limfanya tidak mengalami nekrosis, sepertinya bisa diselamatkan, tinggal melihat pemulihan pasca operasi beberapa hari ke depan,” jawab Ruan Bin sambil tersenyum.
“Syukurlah! Ruan Bin, kamu hebat sekali!” Jiang Yurong tanpa sadar mengacungkan jempol padanya.
Di sisi lain, keluarga pasien yang mendengar operasi berjalan lancar dan limpa tidak perlu diangkat pun segera datang mengucapkan terima kasih.
Tak lama kemudian, Ruan Bin dan Huang Hongwen melakukan USG dan pemeriksaan hemoglobin pada pasien. Setelah hasilnya keluar, ia langsung memeriksanya dengan cepat.
“Syukurlah, USG menunjukkan tidak ada darah menumpuk di limpa, hemoglobin memang agak rendah namun masih dalam batas normal.”
“Tapi... kenapa sistem belum memberikan notifikasi misi selesai?”
“Mungkin harus menunggu pasien benar-benar pulih?” Ruan Bin berpikir, meski saat ini pasien baik-baik saja, ia tak berani menjamin apakah besok atau lusa tidak akan terjadi perdarahan atau robekan pada limpa.
Mungkin sistem juga sedang menunggu hasil akhirnya?
Malam itu, Kepala Qian berjaga, jadi semuanya berjalan lancar.
Malam yang sibuk, melelahkan, dan penuh rasa tak berdaya pun berlalu. Keesokan harinya, ia tidur nyenyak sampai siang hari.
Pada hari ketiga, pagi-pagi saat masuk kerja, tiba-tiba terdengar suara sistem di benaknya yang mengumumkan misi telah selesai!
Artinya, limpa anak laki-laki itu benar-benar berhasil diselamatkan!
“Ding... Selamat kepada host karena telah menyelesaikan misi! Mendapatkan 3.000 poin.”
“Ding... Selamat kepada host karena telah berhasil menyelesaikan lebih dari sepuluh misi berturut-turut, paket hadiah pemula akan dibagikan. Silakan periksa sendiri!”
Saat suara kedua hadiah itu terdengar, Ruan Bin sempat bingung, dan ketika ia sadar ternyata ada hadiah tambahan, ia kaget sekaligus ingin memaki!
“Sialan, sistem! Sudah lebih dari setengah bulan aku pakai, baru sekarang kamu kasih paket hadiah pemula? Dasar sistem aneh paling payah di antara para cheat, sistem sampah di antara sistem!”
Meski menggerutu, tetap saja ia segera ingin tahu isi paket hadiah pemula itu.
“Mudah-mudahan aku dapat satu juta poin!”
“Buka!”
Paket hadiah pemula berupa sebuah kantong kain kecil, setelah dibuka di dalamnya terdapat sebuah kartu emas dengan tulisan: “Gosok dan Menang!”
“Sistem, bolehkah aku memukulmu? Bagaimana kalau isinya cuma ‘Terima kasih, silakan coba lagi’?”