Jilid Pertama: Kekaisaran Longshan, Bab Seratus Tiga Puluh Enam: Pakar dari Manakah yang Datang ke Sini?
Wajah Selir Lan seketika berubah pucat pasi. Dengan perasaan cemas yang luar biasa, ia bertanya, "Bagaimana ini? Jangan-jangan dia sudah mengetahui hubungan kita?"
"Tenanglah, kau tidak perlu khawatir. Seharusnya dia belum mengetahui apa pun tentang kita," jawab Meng Yi sembari menepuk bahu Selir Lan beberapa kali. "Percayalah, meskipun dia tahu, dia tidak akan berani melakukan apa pun padamu."
Setelah terdiam sejenak, Meng Yi kembali berujar, "Aku akan menyingkir sebentar. Jika terjadi sesuatu, aku akan segera muncul." Tanpa menunggu reaksi dari Selir Lan, tubuhnya bergoyang beberapa kali dan menghilang secara misterius dari dalam kamar.
Sejak mencapai tingkatan Pertapa Tempur, Meng Yi telah berhasil menguasai kemampuan untuk menghilang. Kemampuan ini ia pelajari setelah terinspirasi oleh beberapa monster tingkat sepuluh di Pegunungan Kabut, yang ia renungkan dengan saksama selama sekian lama.
Melihat Meng Yi lenyap secara ajaib di depan matanya, Selir Lan merasa sedikit gelisah. Namun, mengingat jaminan Meng Yi serta kemampuannya yang tak terduga itu, hatinya perlahan menjadi tenang.
Dengan gerakan cepat, ia merapikan tempat tidur, lalu berbaring kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bahkan Meng Yi, yang terus mengawasi dari sudut ruangan, merasa kagum dengan kemampuan akting wanita itu. Jika bukan karena dirinya adalah pihak yang terlibat, ia mungkin tidak akan bisa melihat kejanggalan sedikit pun. Wanita-wanita di istana ini benar-benar tidak bisa diremehkan!
Tak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar, diikuti oleh suara nyaring dari luar ruangan, "Baginda Kaisar telah tiba di Istana Yulan!"
Pintu kamar terbuka, dan Long Xuan melangkah masuk dengan mantap. Kasim yang mengiringinya segera menutup pintu dan berjaga di luar dengan tenang.
Selir Lan berpura-pura baru saja terbangun dari tidur nyenyak. Dengan mata yang masih mengantuk dan sedikit kepanikan yang dibuat-buat, ia turun dari tempat tidur dan membungkuk memberi hormat kepada Long Xuan.
Long Xuan berjalan dengan angkuh, lalu duduk di atas tempat tidur sembari tersenyum, "Selir Lan, tidak perlu terlalu formal. Apakah kedatanganku yang terlalu malam ini mengganggu istirahatmu?"
"Hamba selalu menanti kedatangan Baginda, bagaimana mungkin Baginda mengganggu istirahat hamba?" Selir Lan berdiri dengan hormat, terdiam sejenak di tempatnya, sebelum melangkah perlahan menuju Long Xuan.
Selir Lan merasa khawatir bahwa kemesraannya dengan Kaisar akan membuat Meng Yi tidak senang, itulah sebabnya ia sempat ragu sejenak. Namun, karena takut Long Xuan menyadari sesuatu, ia terpaksa memberanikan diri mendekat.
Saat Selir Lan hampir sampai di dekatnya, Long Xuan menarik lengannya dan mendekapnya ke dalam pelukan dengan kuat. "Sudah sekian hari aku tidak menemuimu, apakah kau merindukanku?" Sambil bertanya, tangan Long Xuan sudah berada di pinggang ramping Selir Lan dan perlahan bergerak ke atas.
Meskipun dalam hatinya merasa sangat jijik, Selir Lan tidak berani melawannya. Ia hanya bisa menanggungnya dalam diam, seraya berharap Meng Yi muncul untuk menyelamatkannya.
Long Xuan menundukkan kepala hendak mencium bibir Selir Lan. Sejak pulih kemarin, ia mengalami kejadian yang tak tertahankan bagi seorang pria, sehingga hingga saat ini ia menyimpan amarah dan gairah yang meluap-luap. Ia membutuhkan pelampiasan, itulah alasan ia datang menemui Selir Lan.
"Uhuk! Uhuk!" Tepat saat Long Xuan hampir mencium Selir Lan dan tangannya mulai menjamah, suara batuk kecil terdengar di dalam ruangan.
Long Xuan seketika melepaskan Selir Lan dan dengan panik memeriksa keadaan sekeliling, namun ia tidak menemukan apa pun.
"Siapa di sana? Jangan bermain sulap, tunjukkan dirimu!" Long Xuan memiliki tingkat kekuatan yang cukup tinggi. Meskipun belum bisa menandingi adiknya, Long Chen, ia telah mencapai tingkatan Dewa Tempur. Namun, ia benar-benar tidak bisa mendeteksi dari mana suara itu berasal.
"Uhuk! Uhuk!" Suara batuk terdengar lagi, membuat punggung Long Xuan basah kuyup oleh keringat dingin. Kali ini ia mendengar dengan sangat jelas bahwa suara itu berasal dari dalam kamar, namun ia tetap tidak bisa menemukan pelakunya. Rasa takut mulai menyelimuti hatinya.
Selir Lan tahu pasti bahwa suara itu berasal dari Meng Yi. Namun, ia tetap berpura-pura sangat ketakutan dan bersembunyi di balik punggung Long Xuan.
Meski tampak ketakutan di luar, hatinya dipenuhi sukacita. Kejadian ini membuktikan bahwa Meng Yi masih sangat peduli padanya. Meskipun ia tahu hubungan mereka mungkin tidak akan berakhir baik, Selir Lan tetap merasa sangat bahagia.
Long Xuan dengan waspada terus mengamati ruangan sambil berteriak lantang, "Penjaga! Cepat kemari, lindungi Kaisar!"
Para kasim di luar mendengar teriakan itu dan segera masuk ke dalam ruangan. Para pengawal istana yang berada di dekat sana pun segera bergegas datang. Namun, setelah memasuki ruangan, mereka tidak menemukan penyerang, apalagi ancaman terhadap Kaisar.
Meskipun merasa bingung, melihat Kaisar yang sangat waspada, mereka segera mengepung Kaisar dan Selir Lan, turut mengawasi sekeliling dengan hati-hati.
Saat itu, Selir Lan hanya mengenakan gaun sutra tipis. Beberapa pengawal yang melihat lekuk tubuh Selir Lan yang menggoda diam-diam menelan ludah.
Long Xuan, yang terus menjaga kewaspadaan, melihat reaksi para pengawal tersebut. Ia mendengus dingin dan berkata dengan nada ketus, "Sudah cukup, tidak ada masalah di sini. Pergilah kalian semua!" Ia sadar bahwa membiarkan para pengawal itu tetap di sana tidak ada gunanya, malah membuat tubuh Selir Lan yang memikat menjadi tontonan mereka. Maka, Long Xuan segera mengusir mereka semua.
Setelah semua pengawal dan kasim pergi, Long Xuan menatap Selir Lan di belakangnya dan berbisik, "Apakah kau mendengar suara tadi?"
"Hamba mendengarnya. Apa yang sebenarnya terjadi? Padahal hanya ada kita berdua di sini, mengapa bisa terdengar suara batuk?" tanya Selir Lan dengan nada ketakutan. Kemampuan aktingnya bahkan bisa menipu Meng Yi, yang di kehidupan sebelumnya sering berurusan dengan aktor papan atas, jadi tentu saja ia bisa menipu Long Xuan.
Long Xuan kembali memeriksa keadaan ruangan dengan hati-hati, lalu berbisik, "Siapakah ahli yang datang kemari? Jika ada urusan, mohon tunjukkan dirimu."
"Hahaha!" Tawa yang nyaring terdengar. Kali ini suaranya sangat jelas. Long Xuan merasa suara itu familiar, ia mulai mengerutkan kening dan berpikir keras.
"Meng Yi?" Setelah berpikir sejenak, Long Xuan tiba-tiba berteriak marah menyebut nama Meng Yi, lalu menahan amarahnya dan berkata, "Meng Yi, kau kan? Cepat tunjukkan dirimu."
"Hehe!" Terdengar suara tawa ringan lagi, kemudian sosok Meng Yi muncul secara misterius di depan Long Xuan. Ia menatap Long Xuan dengan senyum di wajahnya dan berkata, "Pendengaran Baginda benar-benar tajam, kau bahkan bisa mengenaliku."
Long Xuan menatap Meng Yi dengan kesal, lalu bertanya dengan perasaan cemas, "Bagaimana kau bisa berada di sini? Kapan kau datang?" Saat menanyakan hal itu, Long Xuan melirik sekilas ke arah Selir Lan di sampingnya. Ia mulai khawatir apakah Meng Yi telah melakukan sesuatu yang tidak senonoh kepada Selir Lan.