Bab Seratus Tiga Puluh Delapan: Pertempuran Perebutan Gulungan Hukum Dunia
"Kau ini..."
Gadis berambut ekor kuda itu memegang lengan Pei Ji yang putus, mendekatkannya kepada Chu Xi. Sikapnya yang tenang dan tak kenal takut sangat kontradiktif dengan penampilannya yang polos dan memikat.
"Namaku Milia. Tolong pulihkan dia. Hermetisme ada untuk membantu umat manusia terlepas dari penderitaan, bukan untuk menciptakan penderitaan. Kau pasti tidak melupakan hal ini, kan?"
Wajah Chu Xi menunjukkan keterkejutan. Ia tidak menyangka Milia mengetahui tentang Hermetisme, lalu ia bertanya balik, "Sebenarnya siapa kau?"
"Kau pulihkan dia, maka aku akan memberitahumu. Membantu dirinya tidak akan merugikanmu. Menyelamatkan penderitaan rakyat juga merupakan salah satu tugasmu."
Nada bicara Milia memancarkan rasa hormat yang mendalam terhadap Hermetisme. Ini sudah cukup bagi Chu Xi untuk memastikan bahwa Milia pasti berkaitan dengan Hermes, atau jangan-jangan dia adalah seorang pengikut Hermetisme?
Dengan penuh kebingungan, Chu Xi menerima lengan yang putus dari tangan Milia, lalu menempelkannya pada bagian lengan Pei Ji yang buntung. Pei Ji tampak kebingungan, tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh Chu Xi.
Cahaya keemasan tipis muncul di kedua lengan Chu Xi, mempercepat sintesis sel untuk menyambungkan kembali luka tersebut dengan cepat. Berkat keahlian medis Chu Xi yang luar biasa serta pemahamannya yang sangat mendalam tentang struktur tubuh manusia, seluruh kulit, tulang, saraf, dan otot berhasil tersambung seratus persen, kembali utuh seperti sediakala.
"Ini..."
Pei Ji menggerakkan lengannya. Tidak ada keanehan sama sekali, seolah-olah lengan itu tidak pernah putus sebelumnya. Ia menatap Chu Xi bagaikan melihat hantu, tidak tahu kemampuan apa yang dimiliki Chu Xi hingga bisa menyambungkan kembali lengan yang sudah putus.
Milia dengan lembut mengelus lengan Pei Ji dan bertanya penuh perhatian, "Bagaimana? Apakah rasanya sudah lebih baik?"
Pei Ji tidak mengenal gadis di hadapannya ini. Ia mengangguk kebingungan dan berkata, "Su... sudah lebih baik, terima kasih..."
"Sekarang, bisakah kau memberitahuku siapa kau sebenarnya?"
Wajah Milia yang tanpa ekspresi memunculkan senyuman tipis. Ia mengulurkan tangan memberi isyarat dan berkata, "Bukankah kalian ingin mengunjungi Akademi Kasyapa? Mari kita bicarakan sambil berjalan."
Milia mendatangi penjaga gerbang, mengambil sebuah lempengan giok putih dari pinggangnya, lalu memperlihatkannya seraya memberi instruksi, "Aku ingin membawa orang-orang ini masuk. Tolong bukakan pintunya untuk kami."
Penjaga gerbang menatap Milia dengan tatapan kosong. Sesaat kemudian baru ia sadar, lalu membungkuk dengan hormat dan menjawab, "Baik, silakan tunggu sebentar."
Yan Rao dan rombongannya saling berpandangan. Penjaga gerbang yang tadinya bersikap begitu keras kini tampak begitu hormat di hadapan Milia. Sebenarnya dari latar belakang apa gadis yang terlihat berusia delapan belas atau sembilan tahun ini berasal?
Chu Xi tidak ragu lagi dan perlahan mengikuti dari belakang. Anggota rombongan yang lain masih khawatir ada jebakan sehingga ragu-ragu untuk maju. Setelah melihat Chu Xi berjalan melewatinya dengan selamat, barulah mereka menyusul satu per satu.
Memasuki Akademi Kasyapa, pemandangan yang menyambut mata adalah sebuah istana emas yang megah. Gerbangnya ditopang oleh empat pilar berukir naga. Keempat dindingnya halus dan keras, dengan gaya arsitektur kuno namun pemilihan materialnya sangat modern. Rupanya itu bukanlah bahan dinding biasa yang ada di pasaran.
"Ini adalah aula pertemuan, tempat berkumpulnya orang-orang dari dalam dan luar Akademi Kasyapa. Orang luar yang ingin menemui kerabat di sekolah hanya boleh di tempat ini. Orang luar dilarang keras masuk lebih jauh ke dalam Akademi Kasyapa."
Qi Mengli membuka mulutnya lebar-lebar karena takjub dan berkata, "Aula pertemuan? Aula pertemuan saja dibangun begitu megah, bukankah aula utama di dalam sana akan jauh lebih mewah lagi?"
Milia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Justru sebaliknya. Selain aula pertemuan, semua aula di dalam memiliki gaya arsitektur yang relatif sederhana. Karena setiap aula dibangun dari material khusus dan memiliki fungsi khusus tambahan, bangunan tersebut tidak mendukung penggunaan gaya yang terlalu mewah. Bukan hanya karena biaya konstruksinya yang terlalu mahal, tetapi beberapa materialnya sangat keras sehingga sangat sulit untuk mengukir pola di atasnya. Namun, aula pertemuan memang merupakan aula dengan biaya pembangunan paling murah."
"Oh..."
Yan Rao dan rombongannya mengangguk pelan, merasa mendapat banyak pengetahuan baru. Aula yang begitu megah dan berkilau keemasan ini ternyata adalah bangunan dengan biaya termurah. Mereka bertanya-tanya seperti apa khasiat khusus dari bahan bangunan yang ada di dalam sana.
Milia memperkenalkan struktur bangunan di dalam Akademi Kasyapa satu per satu kepada mereka. Rombongan mendengarkannya dengan penuh antusias, kecuali Chu Xi yang sama sekali tidak tertarik. Matanya terus menatap lekat-lekat ke arah Milia; ia hanya ingin tahu siapa sebenarnya gadis itu.
Akhirnya, setelah memperkenalkan aula keenam, Chu Xi tidak dapat menahan diri lagi untuk bertanya, "Sebenarnya siapa kau?"
Milia menghentikan langkahnya, sedikit membalikkan badan, lalu tersenyum tipis dan menjawab, "Kupikir kau bisa bertahan sampai aku selesai memperkenalkan semua aula."
Tanpa menanggapi nada gurauan Milia, suasana mulai terasa agak tegang. Setelah menghela napas pelan, Milia berkata dengan tenang, "Aku adalah kepala departemen pengajaran di akademi tingkat rendah Akademi Kasyapa, dan juga orang yang kelak akan memimpin pendidikan kalian."
"Kepala departemen pengajaran!"
Seru rombongan itu terkejut. Usia Milia terlihat baru saja menginjak dewasa, namun di usia yang begitu muda ia sudah menduduki posisi sebagai kepala departemen pengajaran akademi tingkat rendah. Hal ini membuat mereka merasa agak sulit memahaminya.
Milia melanjutkan perkataannya, "Selain itu, aku juga merupakan pewaris dari Teknik Dewa Pembalik Waktu. Kemampuan yang baru saja kuperagakan adalah kekuatan dari Teknik Dewa Pembalik Waktu tersebut."
Chu Xi tertegun. Ia menatap Milia dengan pandangan kaget dan berseru, "Teknik Dewa Pembalik Waktu... Kau juga seorang pemilik teknik dewa? Mengapa bisa ada dua orang pemilik teknik dewa?"
Milia menjelaskan dengan sabar, "Tidak ada yang perlu diherankan dari hal ini. Pengguna alkimia bukan hanya kau seorang, Chu Xi. Pengguna teknik dewa tentu saja juga lebih dari satu orang. Hanya saja, berbeda dengan alkimia dan astrologi, kesembilan orang yang memiliki teknik dewa masing-masing mewarisi kekuatan dari sembilan dewa yang berbeda. Jumlah maksimal pengguna teknik dewa pun hanya ada sembilan orang, dan aku hanyalah salah satunya. Ada satu orang lagi yang kurasa sudah pernah kau temui, yaitu Xue E, pemilik Gulungan Hukum Dunia saat ini."
Bahkan Xue E pun diketahui olehnya. Tampaknya perkataan Milia bukanlah omong kosong, hanya saja Chu Xi tidak menyangka akan bertemu dengan pemilik teknik dewa yang lain di tempat ini.
"Kemampuan Teknik Dewa Pembalik Waktu adalah aliran waktu, yang dapat membalikkan keadaan materi dalam ruang tertentu ke masa lalu. Melalui kemampuan inilah aku membalikkan waktu pada tubuh Pei Ji yang mengamuk, mengembalikannya ke kondisi sebelum melepaskan panas."
"Begitu rupanya..."
Rombongan mengangguk kecil, kembali memperluas wawasan mereka. Baik arsitektur Akademi Kasyapa maupun kemampuan yang disebut sebagai dewa pembalik waktu tersebut adalah hal-hal yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya.
Hal ini sebenarnya sudah sedikit ditebak oleh Chu Xi. Dari penampilan mekanis Pei Ji yang mirip seperti pemutaran film mundur tadi, ia sudah menduga kemampuan Milia.
Namun ada satu hal lagi yang masih membuat Chu Xi bingung, lalu ia bertanya, "Jika kau bisa membalikkan kondisi tubuhnya, mengapa kau tidak bisa memulihkan lengannya? Jika itu benar-benar pembalikan waktu, seharusnya hal itu bisa membuatnya pulih ke kondisi sebelum lengannya putus."
Milia menunduk karena malu dan menjawab, "Aku tidak menyangka kelemahanku begitu cepat kau ketahui. Pembalikan waktu dari Teknik Dewa Pembalik Waktu hanya dapat diubah dari 'titik simpul waktu' yang telah diciptakan. Titik simpul waktu baru tercipta saat aku menyentuhnya, dan pada saat itu ia sudah kehilangan lengannya. Jadi, bagaimanapun aku membalikkan waktunya, aku tidak bisa memulihkan lengannya. Tetapi, jika aku menyentuhnya sebelum lengannya putus untuk menciptakan titik simpul waktu baginya, maka meskipun kedua tangannya kau tebas, aku tetap bisa memulihkannya secara sempurna."
"Oh..."
Kepala rombongan mengangguk semakin dalam. Sebelumnya mereka sempat mendengar sekilas tentang kekuatan Hermetisme namun belum memahaminya secara mendalam. Setelah mendengarkannya hari ini, mereka merasa hal itu memang cukup mendalam.
Milia berjalan perlahan mendekati Chu Xi dan langsung pada intinya, "Sebenarnya tujuanku datang kali ini adalah untuk mencarimu."
"Mencariku? Ada urusan apa mencariku?"
Milia menjelaskan, "Panggung Zhanlutai tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ini bukan hanya sekadar persaingan antar-murid baru, tetapi juga merupakan pertempuran perebutan di antara para pemilik Gulungan Hukum Dunia."
Chu Xi sedikit mengernyitkan alisnya dan bertanya, "Apa maksudnya ini?"
"Saat ini ketiga Gulungan Hukum Dunia semuanya telah muncul ke permukaan. Semua pemilik kekuatan Hermes telah menyadari informasi ini, yang berarti pertempuran perebutan Gulungan Hermes akan segera dimulai. Terlebih lagi, yang aku tahu, para pemilik ketiga Gulungan Hukum Dunia itu semuanya berada di kota ini, Kota Yigu."
Chu Xi terdiam dan tidak tampak terlalu terkejut. Mengenai hal ini, ia pun sudah menduganya sejak lama. Xue E pernah muncul di Hutan Sangkar. Meskipun tidak diketahui apa tujuannya muncul di sana, hal itu sama sekali bukan tindakan yang tidak penting. Selain itu, pemilik Gulungan Hukum Dunia yang terakhir juga menggunakan gulungan tersebut untuk menimbulkan masalah bagi Chu Xi. Sekalipun lokasi persisnya tidak diketahui, dapat dipastikan bahwa tempat itu tidak jauh dari Hutan Sangkar. Semua ini sama sekali bukan sebuah kebetulan.
"Lalu, apa tujuanmu mencariku?"
Milia berkata secara terus terang, "Aku ingin kau membantuku merebut Gulungan Hukum Dunia teknik dewa dari tangan Xue E."
"Kau... Apa katamu!"