Bab 13 Menghamburkan Uang!

Menjadi Kaya Setelah Bangkrut Dimulai dari Permainan Tidak akan menjadi seseorang yang malas dan pasrah. 2785kata 2026-02-09 23:20:32

Setelah mantap dengan keputusannya, Pei Qian masuk ke pusat sumber resmi Esro untuk mencari template umum gim kartu di ponsel. Tak butuh waktu lama, Pei Qian sudah menemukannya.

Namun, ini bukanlah template milik “Samkok Imut”. Karena “Samkok Imut” merupakan pelopor dalam genre gim kartu sekaligus yang paling laris di pasaran saat ini, bagaikan pohon uang bagi perusahaan pemiliknya. Tidak mungkin mereka sebodoh itu menjual template gim andalannya.

Meski mereka tidak menjual, bukan berarti yang lain tidak melakukannya. Banyak perusahaan gim yang ikut-ikutan mengembangkan gim kartu, menulis kodenya sendiri, hanya saja mekanismenya menjiplak “Samkok Imut”. Karena gim mereka tidak menghasilkan uang, akhirnya terpaksa melakukan sedikit modifikasi dan menjualnya sebagai template di pusat sumber, agar dapat menutupi sebagian kerugian.

Template yang ditemukan Pei Qian ini berasal dari tiruan gim kartu yang sudah gagal di pasaran.

“Karya gagal? Justru ini yang aku suka!” Pei Qian menganggap ini pertanda baik.

Ia pun menelusuri sistem permainan di dalamnya. Sejak gim kartu booming di tahun 2008 sampai sekarang, “Samkok Imut” sudah mengalami banyak pembaruan versi, fiturnya terus bertambah.

Sebaliknya, template ini jelas sudah ketinggalan zaman, hanya berisi fitur-fitur paling mendasar. Misalnya, level, fitur sapu bersih, arena duel, dan lain-lain. Fitur baru sama sekali tak ada!

Gim ini pun tampak sangat sederhana dan seadanya.

Pei Qian sangat puas dengan hal ini! Inilah template gim kartu yang selama ini ia impikan—tanpa fitur menarik, benar-benar tidak punya keunggulan dalam gameplay!

Ia melirik harga jualnya, sepuluh juta!

“...Kok cuma sepuluh juta?” Pei Qian sangat tidak puas dengan harga ini, terlalu murah! Kalau dipasang harga lima belas juta pun, ia tetap akan membelinya tanpa ragu!

Namun, ia segera sadar bahwa template simulasi mengemudi saja hanya dua juta. Walaupun template gim kartu memang lebih kompleks dan punya sistem permainan lebih lengkap, harga sepuluh juta ini tetap saja tidak murah.

Jumlah unduhannya pun jauh di bawah template gim simulasi mengemudi yang pernah ia beli sebelumnya, menandakan harganya sudah terlampau tinggi dan tidak terlalu praktis.

Tanpa ragu, Pei Qian langsung memesan! Ia memang suka produk semacam ini—harga terlalu tinggi, bisa menghamburkan lebih banyak uang tanpa terkena peringatan dari sistem.

Setelah membeli template ini, semua mekanisme dasar sudah tersedia. Langkah selanjutnya adalah mengisi sumber daya visual ke dalamnya.

Sumber daya visual meliputi antarmuka, efek pertarungan, ilustrasi kartu, dan sebagainya. Selain itu, ada juga biaya untuk membeli musik, efek suara, serta menyewa server cloud, namun itu semua tak memerlukan banyak biaya.

Pengeluaran terbesar tetap pada sisi visual.

Pei Qian mempertimbangkan, sisakan dua hingga tiga juta untuk musik dan efek suara, lalu sekitar satu juta lebih untuk pengeluaran lain. Sisanya, enam belas hingga tujuh belas juta, seluruhnya dihabiskan untuk sumber daya visual.

Enam belas hingga tujuh belas juta—jumlah yang tak sedikit tapi juga tak terlalu besar. Namun, Pei Qian belum benar-benar memutuskan seperti apa hasil visualnya nanti.

Gim kartu memang paling cocok untuk “ganti kulit”. Bisa dibilang, “kulit” adalah elemen terpenting bagi gim kartu.

Justru karena “kulit” ini sangat penting, Pei Qian harus memastikan hasil akhirnya benar-benar gagal!

Tentu, sengaja membuatnya jelek tidak diperbolehkan. Sistem melarang pembelian barang atau jasa dengan kualitas yang jelas-jelas rendah. Jika enam belas hingga tujuh belas juta ini hanya menghasilkan sumber daya visual seharga lima atau enam juta, sistem pasti akan menolaknya.

Ia harus membeli jasa yang nilainya kira-kira setara, dengan sedikit toleransi naik-turun, tapi tidak boleh terlalu jauh.

Di sinilah Pei Qian harus memutar otak. Bagaimana caranya membeli sumber daya visual yang berkualitas bagus, tapi tetap tidak disukai para pemain?

Gampang saja—biarkan ilustrator menggunakan teknik menggambar terbaik, tapi pilih gaya yang tidak disukai para pemain!

Kuncinya adalah membuat rancangan permintaan visual.

Pei Qian sendiri kurang percaya diri dalam hal ini, mengingat ia pernah gagal dalam proyek “Jalan Sunyi di Gurun”, sehingga sedikit meragukan kemampuannya.

Di sinilah peran Ma Yang sangat penting!

Pei Qian mengunduh template umum formulir permintaan sumber daya visual dari pusat sumber.

Formulir ini mencantumkan secara detail ukuran setiap sumber daya yang dibutuhkan, lalu tinggal mengisi deskripsi singkat untuk masing-masingnya.

Secara garis besar, sumber daya terbagi dua jenis: ilustrasi utama, yang relatif mahal dan memerlukan keahlian tinggi, sehingga permintaannya harus sangat jelas; dan sumber daya lain seperti antarmuka atau efek khusus.

Untuk sumber daya seperti antarmuka atau efek, banyak yang bisa didapat di internet dan bisa dipakai setelah sedikit modifikasi.

Namun, Pei Qian tentu tidak puas dengan sekadar modifikasi seadanya, karena itu tidak akan menghabiskan cukup banyak uang!

Jadi, semua sumber daya visual harus dipesan secara khusus!

Pei Qian lebih dulu mencantumkan semua kebutuhan sumber daya yang kurang penting seperti sistem UI dan efek, lalu mengisinya dengan permintaan yang sangat sederhana.

Misalnya: harus keren! Harus sesuai dengan gaya Samkok! Hanya permintaan abstrak semacam itu.

Soal hasil akhirnya nanti seperti apa... Pei Qian tidak peduli, terserah!

Setelah itu, Pei Qian langsung mengirimkan formulir ini ke Ma Yang.

Saat itu, Ma Yang baru saja bangun tidur.

Namun, setelah membaca buku tebal itu selama dua menit, ia sudah hampir tertidur lagi.

Begitu melihat Pei Qian mengirimkan formulir, Ma Yang langsung bersemangat, melempar bukunya ke tempat tidur, lalu menunduk dari ranjang atas dan berbisik, “Sudah mulai kerja?”

Pei Qian mengangguk, “Isi formulirnya. Tunjukkan imajinasimu, jangan ragu!”

Ma Yang mengangguk bersemangat, “Siap!”

Semangat kerjanya langsung membara!

Ma Yang melihat sekilas, ternyata ini adalah formulir permintaan sumber daya visual, dan ada cukup banyak bagian yang harus ia isi, terutama deskripsi kebutuhan ilustrasi karakter.

Pei Qian sudah menentukan tema gimnya, yakni Samkok.

Tokoh-tokoh Samkok tidaklah banyak, dan Pei Qian memilih lima puluh karakter: lima belas kartu langka, dua puluh lima kartu unggulan, dan sepuluh kartu biasa.

Harga ilustrasi sangat bervariasi, mulai dari tujuh hingga delapan ratus ribu per lembar, sampai empat hingga lima juta. Kalau merekrut mahasiswa dari akademi seni di kota kecil, seratus ribu per gambar pun bisa dapat. Kalau pesan khusus dari ilustrator ternama, tujuh hingga delapan juta per kartu juga bukan hal aneh.

Intinya, harga menentukan kualitas.

Pei Qian jelas tidak akan memesan dari ilustrator ternama, meskipun itu akan membuatnya menghabiskan lebih banyak uang.

Sebab, nama besar ilustrator bisa jadi malah memberi dampak promosi pada gim!

Begitu pula, membeli ilustrasi seharga empat hingga lima juta per lembar memang bisa menghabiskan lebih banyak uang, tapi ilustrasi yang terlalu bagus bisa jadi justru disukai para pemain!

Seperti kata pepatah, dalam gim kartu, yang paling penting adalah “kulitnya”. Jika “kulit” terlalu indah, walaupun gameplay-nya sampah, tetap saja bisa laris!

Karena itu Pei Qian memutuskan untuk membeli ilustrasi yang lebih murah saja!

Ingin menghamburkan lebih banyak uang? Gampang, tinggal perbanyak jumlahnya!

Lima puluh karakter, lalu masing-masing dibuat empat versi berbeda untuk setiap tingkatan evolusi.

Artinya, ada lima puluh gambar dasar, masing-masing dengan empat variasi, untuk menampilkan efek peningkatan level.

Jika dihitung harga satu gambar dasar plus empat variasi seharga tiga juta, totalnya sudah lima belas juta, pas dengan anggaran Pei Qian.

Lagi pula, gim kartu generasi pertama tak membutuhkan model tiga dimensi, jadi ada penghematan.

Tentu saja, harga pastinya nanti akan diajukan oleh pihak penjual, ini hanya perkiraan kasar dari Pei Qian.

Ma Yang sempat bingung, karena semua hal sudah ditentukan, jadi apa sebenarnya tugas utamanya?

Setelah membaca catatan yang ditulis Pei Qian, ia pun paham.

Tugasnya adalah membuat karya orisinal dan mengubah total!

Dengan kata lain, ia harus berimajinasi sebebas-bebasnya dan melakukan modifikasi ekstrem terhadap lima puluh karakter ini, semakin tak dikenali semakin baik!