Bab Lima Belas: Latihan Keras di Lautan Awan

Angin Agung Angin Melaju dengan Perkasa 13183kata 2026-02-07 20:53:33

Di bawah pimpinan Suya dan ayahnya, rombongan Aofeng tidak lama kemudian tiba di bagian bawah gugusan pulau di awan yang melayang di atas kota bagian dalam.

Di dalam Kota Awan bagian dalam, selain pulau raksasa aslinya, terdapat banyak pulau awan kecil yang tersebar di sekitarnya. Pulau-pulau awan ini tidak terlalu besar, masing-masing hanya menampung satu atau dua bangunan halaman yang tersebar di langit kota bagian dalam. Semakin tinggi letaknya, semakin kuat energi di sekitarnya, dan semakin besar pula manfaat berlatih di pulau tersebut.

Konsentrasi elemen di pulau-pulau Kota Awan sendiri tidak kalah dibandingkan dengan menara pusat Kota Luoxing, bahkan beberapa kali lipat lebih pekat di pulau-pulau awan tersebut. Lingkungan bawaan yang luar biasa untuk berkultivasi ini membuat Lei Yufeng dan yang lainnya tanpa sadar berdecak kagum.

Begitu mereka terbang ke atas, para penjaga yang bersemangat tampak berdiri tidak jauh dari sana. Namun, ketika melihat Suya dan Yun Zhi, mereka buru-buru membungkuk dengan hormat dan memberi jalan, sementara rombongan besar melesat melewati mereka dalam sekejap.

Begitu kakinya menapak ke tanah, Aofeng menarik napas dalam-dalam dengan perasaan segar, sementara kilatan keheranan melintas di mata hitamnya.

Ia dapat dengan jelas merasakan energi dewa ilusi di dalam tubuhnya berputar beberapa kali lebih cepat. Di sekelilingnya, energi spiritual yang melimpah seolah mengalir tiada henti. Ini berarti kecepatan kultivasinya di tempat ini akan meningkat pesat sekali, dan hal yang sama juga berlaku pada para peri elemen di dalam tubuh Rong Luo dan yang lainnya.

Pulau tempat tinggal Nyonya Yina berada sedikit di bawah pulau besar yang terletak paling atas, termasuk dalam salah satu dari tiga pulau utama tingkat kedua.

Pulau-pulau yang tersusun dari atas ke bawah ini juga merupakan simbol status dan kedudukan. Tempat tinggal Yun Qingcang berada di pulau paling atas, sedangkan tiga pulau di bawahnya masing-masing milik kedua saudaranya dan Nyonya Yina. Di bawahnya lagi dihuni oleh para tetua Kota Awan. Selain itu, generasi muda yang berprestasi juga dapat secara berkala datang ke pulau-pulau di bawah untuk berlatih dan mengasingkan diri.

"Selama ini dikabarkan bahwa Kota Awan memiliki banyak sekali pakar hebat. Ternyata kondisi alamiahnya jauh lebih baik daripada kita yang berada di luar," kata Rong Luo sambil menatap ke bawah ke arah kawasan kota dari tepi pulau dengan nada ringan. "Dengan bantuan para peri elemen, berkultivasi di sini kurasa tidak butuh waktu lama bagi kita untuk menembus tingkat dewa. Alangkah baiknya jika kita bisa melakukannya sebelum Perjamuan Kota Awan tahun depan, setidaknya kami bisa sedikit lebih membantu Aofeng."

Setelah bertukar pandang dengan beberapa orang di belakangnya, Fang Nü berkata dengan menyetujui, "Benar, Aofeng. Bagaimana kalau kau berunding dengan nenekmu dan meminjamkan tempat ini untuk kami? Mendengar cerita-cerita darimu akhir-akhir ini bahwa akan ada banyak orang kuat yang muncul di Perjamuan Kota Awan, kita tidak boleh tertinggal."

Setelah menyaksikan begitu banyak pakar di Kota Awan, tekanan mental yang dirasakan oleh Rong Luo dan kawan-kawan tidaklah kecil. Meskipun mereka telah menyiapkan mental sebelum mengikuti Aofeng, mereka tetap merasa sedikit terpukul. Mereka yang tadinya mengira telah mencapai puncak benua dan merasa sedikit bangga pada diri sendiri, kini seolah-olah disiram seember air dingin. Mereka merasa belum bisa membantu apa pun dan hanya bisa menonton dari pinggir lapangan.

Namun, hal ini juga membuat mereka jauh lebih sadar dan menghilangkan rasa puas diri tersebut. Sebaliknya, mereka kini memiliki hasrat yang membara untuk menjadi lebih kuat. Alhasil, hal ini justru memecahkan hambatan mental berupa kemalasan, yang memberikan manfaat luar biasa bagi kultivasi mereka di masa depan.

"Kau tidak perlu meminta izin pada Kakak Ipar Yina, aku sendiri bisa menyetujuinya," kata Yun Zhi sambil melambaikan tangan dengan gagah berani, lalu menunjuk ke arah pulau awan lain tidak jauh dari sana. "Setiap orang berkuasa atas pulau masing-masing. Pulau milikku sangat luas, Ya'er, Ling'er, dan Zhu'er semuanya tinggal di sana. Kecil Aofeng, kurasa kau juga akan menemani Ya'er, jadi lebih baik suruh saja teman-temanmu tinggal di tempatku dulu. Di tempat kakak ipar kebanyakan adalah perempuan, agak kurang nyaman jika beberapa pria dewasa tinggal di sana. Ngomong-ngomong, teman-teman yang kau bawa ini semuanya adalah sosok teratas di kalangan generasi muda!"

Pujian dalam nada bicaranya itu sama sekali bukan omong kosong. Sebelumnya, Aofeng membuat keributan yang begitu hebat sehingga tidak banyak orang yang memperhatikan Rong Luo dan yang lainnya. Namun kini, ketika Yun Zhi mengamati mereka dengan cermat, ia sempat terkejut.

Orang tua itu telah hidup selama seribu tahun dan memiliki pengalaman yang kaya. Dari sikap Rong Luo dan kawan-kawan, ia dapat melihat bahwa mereka adalah sekelompok anak muda yang penuh semangat. Mencapai puncak tingkat kelima di usia seperti ini adalah sesuatu yang hanya pernah dicapai oleh Yun Dangtian di Kota Awan selama seribu tahun terakhir ini. Terlebih lagi, setiap dari mereka memiliki benda sakti penakluk alam seperti peri elemen di dalam tubuh mereka, sehingga masa depan mereka tidak terbatas! Tanpa sadar ia menatap tajam sambil membatin, apakah anak ini semacam batu pemikat jenius? Berapa banyak sebenarnya genius tak tertandingi di benua ini? Mengapa rasanya semua berkumpul di sisinya?

Sambil merasa takjub, tentu saja ia dengan senang hati bersedia mengulurkan tangan membantu anak-anak muda ini.

Rong Luo menepuk bahu Aofeng dengan penuh perhatian lalu tersenyum hangat. "Begini saja lebih baik, Aofeng. Kami tidak akan mencampuri urusan keluargamu. Kami akan segera pergi untuk menetap bersama Yang Mulia Yun Zhi. Kau tidak perlu mengkhawatirkan kami; setibanya di sana kami akan langsung mulai berkultivasi dan tidak akan membuat kekacauan di luar."

Sambil melengkungkan alisnya dengan nyaman, Aofeng mengatupkan bibirnya dan tersenyum tipis. Wajahnya yang rupawan membuat siapa pun terpesona. "Baiklah, dengan adanya Kak Rong, aku merasa tenang."

"Hei, hei, Aofeng, jadi maksudmu kau tidak tenang denganku?" Lei Yufeng menekurkan bibirnya seraya melayangkan protes.

"Kau?" Aofeng memutar bola matanya, menyentuh dagunya sambil menunjukkan ekspresi berpikir mendalam. "Mengingat gayamu yang ceroboh dan suka 'mengandalkan jumlah binatang buas untuk menindas yang lebih lemah' saat itu, aku memang agak sedikit khawatir! Siapa suruh nasibmu begitu buruk, selalu saja menantang orang yang memiliki jumlah binatang buas lebih banyak darimu?"

Semua orang tertegun, lalu tertawa bersama-sama. Apa yang dikatakan Aofeng tentu saja merujuk pada Fang Nü. Selama perjalanan ke tempat ini, Lei Yufeng dan Fang Nü sempat beberapa kali bertarung. Meskipun tingkat kekuatan Fang Nü berada di bawah Lei Yufeng, ia adalah sosok unik dengan kekuatan mental yang luar biasa, yang mampu mengendalikan enam ekor makhluk ilusi tingkat tinggi, sehingga pertarungannya dengan Lei Yufeng berakhir nyaris seimbang.

Hati kecil Lei Yufeng menderita luka parah. Ia melirik Aofeng dengan penuh kedukaan, sebelum akhirnya didorong-dorong dan disuruh pergi oleh yang lain di tengah tawa riang.

Aofeng mengikuti Suya memasuki halaman di tengah pulau.

Halaman tersebut menyerupai taman para peri, ditumbuhi dengan berbagai macam bunga dan rumput liar eksotis yang menutupi seluruh area dengan indahnya. Sambil menikmati pemandangan tersebut, sebutir senandung merdu nan syahdu tiba-tiba terdengar di telinganya bagaikan suara dari kahyangan. Ekspresi Aofeng sedikit bergetar, dan kilatan rasa terpesona melintas di matanya yang hitam. Segala sesuatu di sekitarnya seolah memudar, dan di seluruh dunia ini, ia hanya bisa mendengar suara bergema itu.

Jiwanya seolah dibersihkan. Di dalam senandung tersebut, ia merasa seakan-akan dapat melepaskan segala urusan duniawi sepenuhnya. Segala sesuatunya kembali menjadi damai dan tenang. Tanpa disadari, senyuman tipis nan memesona muncul di wajah Aofeng yang sudah sangat rupawan, seolah ia telah memasuki alam yang penuh keajaiban.

Hampir tanpa sadar, Aofeng melangkah maju perlahan-lahan. Langkah kakinya begitu ringan, bagaikan embusan angin sepoi-sepoi tanpa menimbulkan suara apa pun, seakan-akan keberadaannya telah lenyap. Suya di dekatnya menyadari keanehan itu dan sempat tertegun, namun ia menahan napas saat melihat senyuman di wajah Aofeng. Senyuman itu begitu indah hingga membuat orang merasa tidak tega untuk merusaknya.

Melalui sebuah koridor, sesosok wanita bertubuh anggun di tengah halaman tertangkap oleh pandangannya.

Wanita itu tampak berusia sekitar dua puluh lima atau enam tahun, dengan rambut panjang terurai berwarna biru laut dan mengenakan gaun panjang berwarna ungu tua yang menyapu lantai. Lengan putihnya yang tulus terekspos tanpa tertutup, dan kedua tangannya bertaut di depan dada. Meskipun matanya terpejam, pesona luar biasa bagaikan patung pahatan itu tetap membuat hati siapa pun bergetar. Sebagai seorang wanita pun, orang akan terpesona oleh kecantikannya.

Aofeng bersumpah bahwa ia belum pernah melihat wanita yang begitu cantik! Dibandingkan dengannya, Suya yang berada di sampingnya langsung kalah telak; bahkan seorang bidadari dari surga pun akan terlihat redup di sisinya.

Dan senandung bagaikan suara kahyangan tadi ternyata keluar dari mulut wanita tersebut.

"Ya'er, bagaimana kau bisa punya waktu luang untuk datang hari ini?" Suara jernih terdengar dari bibir wanita itu. Begitu mereka berdua tiba di halaman tersebut, wanita itu perlahan membuka sepasang mata biru yang indah dan menoleh ke belakang. Namun, ekspresinya langsung berubah kaget ketika mendapati ada orang lain di sebelah Suya, lalu berseru tanpa sadar:

"Siapa kau? Bagaimana bisa kau melampaui batas indra kesadaranku?"

Seseorang yang mampu melampaui batas indra kesadarannya pastilah memiliki kekuatan di tingkat kaisar dewa. Seharusnya di Kota Awan hanya ada Yun Qingcang seorang yang mencapai tingkat itu! Bagaimana mungkin ia tidak terkejut? Namun, tepat setelah ia meneriakkan kalimat tersebut, ia justru tertegun begitu melihat sosok Aofeng sepenuhnya.

Begitu seruan terkejut wanita itu terlontar, Aofeng langsung tersadar dari alam ajaib tersebut. Sambil menatap wanita di hadapannya dan mengingat kembali keadaannya tadi, ia merasa takjub di dalam hati. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya bisa kembali mengalami pencerahan!

Dulu, saat melarikan diri dari Lereng Bintang, ia pernah mengalami pencerahan sekali, jadi ia tidak asing lagi dengan perasaan itu. Pencerahan kali ini dipicu oleh pengalaman mendalam yang diperolehnya saat menghadapi langsung kekuatan tingkat kaisar dewa milik Yun Qingcang, yang kemudian disulut oleh senandung wanita ini, hingga secara langsung membawanya melompati ambang batas tingkat kaisar dewa! Selama energi di dalam tubuhnya mencukupi, ia bisa langsung menerobos tingkat itu kapan saja!

Mendapatkan hasil panen yang begitu besar secara tak terduga membuat Aofeng merasa sangat gembira. Semakin tinggi tingkat kultivasi, semakin sulit untuk ditembus. Untuk tingkat raja dewa, seseorang masih bisa menggunakan kekuatan Hati Kristal Walse untuk menerobosnya, namun hal itu belum tentu berlaku untuk tingkat kaisar dewa. Hati Kristal Walse memiliki efek pendukung, tetapi itu bukan jaminan mutlak.

Namun sekarang, dengan kecepatan kultivasi Aofeng, ia pasti akan mampu menembus tingkat kaisar dewa sebelum Perjamuan Kota Awan dimulai.

Sementara Aofeng tenggelam dalam kegembiraan usai mendapatkan pencerahan, wanita rupawan di hadapannya juga tengah diliputi keterkejutan yang luar biasa. Perlahan-lahan, wanita itu mengangkat tangannya dengan sedikit gemetar dan berbisik lembut, "Qin'er? Tidak... Kau bukan Qin'er, kau adalah anak yang dibicarakan oleh Ya'er itu, kan? Ya ampun, mirip sekali! Sangat mirip!"

Setelah mengucapkan kata "mirip sekali" dua kali berturut-turut, mata wanita itu mulai berkaca-kaca. Ia tidak bisa menahan diri untuk maju dua langkah, merangkul Aofeng dengan kedua lengan lembutnya erat-erat, dan berkata dengan penuh emosi, "Sudah tiga puluh tahun... Qin'er-ku telah meninggalkanku selama tiga puluh tahun. Nak, kau pasti telah melalui banyak kesulitan selama bertahun-tahun ini."

Tanpa perlu bertanya panjang lebar, Aofeng sudah mengerti bahwa wanita ini pastinya adalah sang nenek, Nyonya Yina. Hanya saja, ia tidak menyangka bahwa neneknya akan tampak begitu muda dan cantik.

Pelukan hangat Nyonya Yina memiliki kemiripan dengan pelukan ibu Suya, dipenuhi dengan kelembutan mendalam yang mampu membuat seseorang merasakan kehangatan dari lubuk hati paling dalam. Tanpa sadar, Aofeng menyipitkan matanya dan kembali mengukir senyuman.

Dari senandungnya saja, orang sudah bisa merasakan watak Nyonya Yina. Ia adalah seorang wanita yang lembut dan tidak suka bersaing dengan dunia, sangat berbeda dari lelaki tua kaku bernama Yun Qingcang. Sejak detik pertama mereka bersentuhan, hati Aofeng langsung menerimanya, lalu berkata dengan lembut, "Nenek, namaku Qin Aofeng, Anda bisa memanggilku Aofeng."

Nyonya Yina melepaskan pelukannya, menatap Aofeng dengan mata biru yang dipenuhi tatapan lekat, lalu tersenyum sambil berlinang air mata. "Aofeng, bagus, bagus! Anak ini sudah tumbuh sebesar ini. Qin'er dan ayahmu pasti akan sangat bahagia jika melihatmu. Awalnya aku masih ragu apakah harus memberitahumu, namun kini sepertinya dengan kekuatanmu, kau sudah mampu pergi untuk mencari mereka."

"Nenek, apakah Anda benar-benar mengetahui keadaan mereka? Sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua orang tuaku?" Mendengar perkataan Nyonya Yina, gejolak emosi di dalam dada Aofeng tidak lagi terbendung. Ia berbalik dan menggenggam erat tangan hangat Nyonya Yina seraya bertanya.

Kultivasi tanpa kenal lelah selama bertahun-tahun ini, selain demi mengejar jalan para pakar kuat, di satu sisi juga didasari oleh harapan agar keluarga dan orang-orang terkasihnya dapat hidup bahagia serta selamat. Mencari orang tua kandung yang telah lama terpisah tentu menjadi prioritas utama, serta impian bersama yang ia emban bersama sang kakak. Hanya saja, dulu ia tidak memiliki kekuatan yang cukup dan jarak dunia tersebut terlalu jauh. Aofeng juga tahu diri dan tidak bisa terburu-buru. Kini, setelah mengetahui bahwa dirinya telah memiliki kemampuan tersebut, Aofeng tetap merasa tidak sabar.

Darah lebih kental daripada air; ikatan kekeluargaan adalah sebuah naluri. Menerisi kesadaran Qin Aofeng berarti ia juga mewarisi seluruh perasaannya.

Nyonya Yina tersenyum sambil menepuk punggung tangan Aofeng, lalu menariknya bersama Suya. Masing-masing di sisi kiri dan kanan, mereka berjalan perlahan menuju sebuah ayunan di dalam halaman dan duduk di sana untuk menceritakan segalanya secara perlahan.

Seperti yang dikatakan oleh Nyonya Suya, orang yang ingin menemui Aofeng bukanlah penguasa Kota Awan, melainkan Nyonya Yina. Namun, karena perintah itu dikeluarkan oleh Yun Qingcang, nadanya tentu terdengar sangat kaku. Orang tua itu sama sekali tidak mempedulikan urusan ini. Di matanya, semua orang di benua ini hanyalah orang-orang lemah, dan Aofeng hanyalah seorang generasi muda yang tidak mungkin memiliki ancaman besar.

Sebelumnya ia tidak pernah mempedulikan Aofeng, dan baru merasa terkejut setelah melihat wajah cucunya itu.

Nyonya Yina mencemaskan Aofeng dan saudara-saudaranya, namun ia juga sangat memahami tabiat Yun Qingcang. Membawa mereka ke Kota Awan justru membuatnya takut kalau mereka akan dikucilkan, ditambah kekhawatiran jika lelaki tua itu mengamuk, sehingga ia terpaksa membiarkan mereka tinggal di Kediaman Qin tanpa banyak campur tangan. Alasan mengapa ia bersikeras ingin mengundang Aofeng kali ini adalah karena ia baru saja mendapati kabar mendadak—mereka telah menemukan Qin Shuo yang berada jauh di tanah pengasingan Wilayah Utara.

Aofeng tertegun sejenak. "Tanah pengasingan? Ayah benar-benar ada di sana? Nenek, dari mana kalian mendapatkan berita ini?"

Ia sudah sejak lama mencurigai bahwa Ayah Qin Shuo telah pergi ke dimensi yang lebih tinggi, sehingga ia tidak merasa terlalu heran mendengarnya. Namun, bukankah tempat pengasingan itu adalah tempat yang hanya bisa dimasuki tetapi tidak bisa kembali? Bagaimana mereka bisa mendapatkan beritanya kembali?

"Ternyata kau sudah tahu tentang tanah pengasingan. Tampaknya banyak sekali hal yang telah kau lalui selama bertahun-tahun ini..." Nyonya Yina mengelus rambut hitam Aofeng dengan lembut seraya menghela napas pelan. "Nak, apakah kau mengira kakekmu tidak melakukan apa-apa selama ini? Ibumu ditangkap oleh orang-orang Istana Kegelapan, bagaimana mungkin ia tidak merasa geram? Orang-orang itu tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, sehingga ibumu tidak dibunuh dan terus dikurung di Istana Kegelapan selama bertahun-tahun ini. Tidak lama setelah ibumu diculik saat itu, ayahmu juga menghilang tanpa jejak di benua ini. Kakekmu menduga bahwa ia mungkin pergi ke tanah pengasingan, jadi ia segera menghubungi Kaisar Mo yang berada di Wilayah Utara, memintanya untuk memperhatikan kabar tentang ayahmu dan memberikan perhatian lebih jika menemukannya. Betapapun marahnya dia, kakekmu tetap tidak bisa membiarkan ibu kehilangan suaminya."

"Eh..." Tanpa diduga, lelaki tua itu diam-diam melakukan hal seperti itu. Kilatan cahaya terpancar di mata Aofeng. Ia menyentuh hidungnya, dan pandangannya terhadap lelaki tua itu sedikit berubah.

Mulutnya tajam tetapi hatinya lembut; di permukaan terlihat sangat keras kepala, namun di lubuk hatinya ia tetap peduli pada orang lain. Uh, sifat menyebalkan setengah mati ini... mengapa rasanya mirip dengan seseorang ya?

"Kaisar Mo itu adalah raja pendiri Kerajaan Kaya, kan? Dia berada di Wilayah Utara? Dan masih bisa berkomunikasi dengan tempat ini?" Aofeng bertanya lagi dengan heran. Kaisar Mo, leluhur keluarga Mo?

"Tentu saja bisa berkomunikasi. Kristal pengirim pesan berkualitas bagus memungkinkan komunikasi lintas dimensi. Selama seseorang menemukan stasiun transmisi pesan, ia bisa membawa kabar itu kembali. Istana Cahaya dan Istana Kegelapan bahkan dapat berkomunikasi langsung dengan Benua Para Dewa. Faktanya, banyak kekuatan yang memiliki hubungan dengan Wilayah Utara, di mana para leluhur meninggalkan pesan untuk keturunan keluarga mereka guna memberikan gambaran umum tentang situasi di sana, agar keturunan genius keluarga mereka tidak salah jalan saat pergi ke sana. Sebagai contoh adalah Kaisar Mo dan Kerajaan Kaya, kalau tidak, menurutmu mengapa lelaki tua bangka itu begitu merawat Kerajaan Kaya? Hanya saja usiamu terlalu muda, jadi kau tidak tahu," jawab Nyonya Yina sambil tersenyum wajar.

Suya juga menutup mulutnya dan tersenyum. "Hal ini bisa aku buktikan. Saat kaisar naik takhta, aku pernah mendengarkan bimbingan Yang Mulia Kaisar Mo bersama Yang Mulia Kaisar. Dilihat dari bayangannya, Yang Mulia Kaisar Mo tampak masih sangat muda."

"Yang Mulia Kaisar Mo itu masih hidup dengan baik sampai sekarang, dan bahkan masih bisa berhubungan dengan keluarga kekaisaran Kaya saat ini..." Aofeng berdecak kagum. Monster tua! Apakah Wilayah Utara itu semuanya dipenuhi oleh siluman tua tingkat seperti ini?

Nyonya Yina melanjutkan, "Hanya bisa berkomunikasi tidak ada artinya, orang-orang mereka tetap tidak bisa kembali. Awalnya mereka hanya mengirimkan kabar keselamatan kepada keturunan di rumah. Namun, Kaisar Mo memang pantas disebut sebagai tokoh genius yang mendunia pada masanya. Kini, ia telah menjadi salah satu raksasa besar dan penguasa super di Wilayah Utara. Keturunan yang pergi dari sini ke Wilayah Utara tentu akan dijaganya. Dan Kota Awan kita selalu merawat Kerajaan Kaya di benua sini, jadi permintaannya tentu tidak akan ditolak olehnya."

Manusia selalu memiliki keterikatan khusus pada kampung halaman mereka. Aofeng begitu, dan Kaisar Mo juga demikian. Dengan membantu keturunan yang berada di kampung halaman, ia sangat menghargai kebaikan budi dari Kota Awan.

Nyonya Yina berkata lagi, "Namun luas wilayah di Wilayah Utara tidak dapat kau bayangkan sama sekali. Wilayahnya jutaan kali lebih luas daripada Benua Cahaya. Di tempat seluas itu, seorang pakar tingkat dewa yang terbang sekuat tenaga selama tiga hingga lima tahun pun belum tentu bisa melintasi wilayah utara dan selatan. Terlebih lagi, tempat itu dipenuhi dengan pertumpahan darah dan tekanan untuk bertahan hidup sangat tinggi. Semakin ke utara, semakin banyak pakar hebat yang bermunculan. Banyak pakar tingkat alkemis yang tidak bisa berbuat apa-apa setelah tiba di Wilayah Utara. Pepatah 'di bawah tingkat dewa semuanya adalah semut' itu sama sekali bukan gurauan! Ingin mencari orang di tempat seluas itu, sedangkan kekuatan Kaisar Mo berada di bagian utara, tentu saja tidak bisa langsung ditemukan dalam waktu singkat. Menunggu selama bertahun-tahun lamanya, hingga usiamu hampir dua puluh tahun, baru ada berita tentangnya."

"Di bawah tingkat dewa semuanya adalah semut!" Aofeng merasa terguncang oleh kalimat tersebut. Bukankah para pakar tingkat alkemis adalah sosok-sosok yang mampu memanggil angin dan hujan di benua ini? Namun di Wilayah Utara, mereka sama sekali bukan apa-apa!

"Ayahku memiliki bakat yang sangat tinggi, ditambah dengan Naga Api Sembilan Pemurnian tingkat kaisar bawaan miliknya, aku yakin ia juga akan menjadi tokoh terkemuka di Wilayah Utara. Dalam dua puluh tahun, kekuatannya pasti telah meningkat pesat. Apakah karena ayah melakukan sesuatu hal besar yang membuatnya terkenal, hingga Yang Mulia Kaisar Mo berhasil menemukannya?" Sambil berpikir sejenak, Aofeng mulai memahami garis besar situasi tersebut lalu bertanya.

"Heh, Aofeng, kau benar-benar pintar," Nyonya Yina tersenyum merekah dan mengangguk. "Betul, ia menjadi terkenal, tetapi kau pasti tidak akan menyangka betapa mengejutkannya ulahnya kali ini!"

"Semua orang mengatakan Kaisar Mo adalah tokoh jenius dalam satu generasi, tetapi ayahmu jauh lebih 'berandal' entah berapa kali lipat dibanding Kaisar Mo! Tanah pengasingan saat ini dikuasai oleh banyak penguasa yang saling berperang, di mana yang kuat adalah yang paling berkuasa. Yang terkuat adalah sepuluh penguasa besar termasuk Kaisar Mo, di bawahnya terdapat para penguasa tingkat yang jumlahnya sangat sedikit. Kau mungkin belum tahu apa konsep dari seorang penguasa; mereka berada di atas tingkat dewa, bahkan jauh lebih hebat daripada para pakar tingkat kaisar dewa! Dan ayahmu, belum lama ini, membunuh delapan belas penguasa berturut-turut di Gunung Maple Merah di bagian utara tanah pengasingan. Ia bahkan memancing kejaran dari dua penguasa besar, tetapi justru berbalik menghabisi kedua orang itu sekaligus! Kejadian itu seketika menggemparkan seluruh Wilayah Utara!"

Saat Nyonya Yina mengatakan ini, suaranya bahkan sedikit bergetar. Watak dasarnya sebenarnya tidak menyukai pertarungan, namun menghormati para pakar yang kuat adalah aturan yang tidak pernah berubah selama sepuluh ribu tahun di Dunia Lusika. Menantu lelakinya menjadi begitu hebat, bagaimana mungkin ia tidak merasa bangga karenanya?

Setelah sedikit menenangkan diri, Nyonya Yina baru melanjutkan, "Menurut perkataan Kaisar Mo, karena penguasa besar itu selalu mengenakan pakaian merah, orang-orang di Wilayah Utara memanggilnya Penguasa Besar Jubah Merah. Ia merebut wilayah kekuasaan kedua penguasa besar tersebut dan mendirikan kekuatannya sendiri. Ketika Kaisar Mo pergi untuk memberikan ucapan selamat, ia terkejut saat mendapati bahwa wajah orang itu ternyata persis sama dengan lukisan Qin Shuo yang dikirimkan oleh kakekmu..."

Ya ampun! Penguasa Besar!

Mendengar sampai di sini, Aofeng menarik napas dingin di dalam hatinya. Ia membelalakkan kedua matanya yang hitam pekat dengan keringat dingin bercucuran deras. Bahkan dirinya, yang selama ini selalu dijuluki sebagai sosok 'tidak normal', tidak bisa menahan diri untuk tidak ingin berteriak keras: Ayahku tercinta, perlukah kau begitu tidak normal begini!

Ini baru dua puluh tahun, dua puluh tahun lho!

Ketika Qin Shuo pergi dari Benua Cahaya ke Wilayah Utara, ia bahkan sepertinya belum memasuki tingkat dewa. Melompat langsung dari tingkat dewa ke tingkat penguasa besar dalam kurun waktu dua puluh tahun, ini benar-benar terlalu menakutkan. Aofeng bertanya pada dirinya sendiri, dengan kecepatan kultivasi miliknya yang memiliki energi dewa ilusi, jika tidak ada keajaiban tertentu, ia takut dirinya pun tidak akan mampu melakukannya. Setelah mencapai tingkat raja dewa, ia mendapati bahwa kecepatan kultivasinya semakin lambat, di mana setiap tingkatan pedang membutuhkan energi yang sangat besar dan sulit untuk berkembang dalam waktu singkat.

Setelah berhasil sedia kala dari rasa terkejut yang dibawa oleh Qin Shuo, dan mengetahui betapa kuatnya sang ayah, Aofeng merasa sangat gembira di dalam hati. Setelah merenung sejenak, ia pun berkata, "Nenek, maksud Anda, biarkan aku pergi mencari ayahku dan memikirkan cara bersama-sama untuk menyelamatkan ibu?"

Segala hal yang telah dilakukan oleh Qin Shuo selama bertahun-tahun ini semata-mata demi pergi ke Alam Dewa untuk menyelamatkan Feng Qin, hal itu sudah pasti tidak diragukan lagi. Namun, karena ia kini telah menjadi seorang penguasa besar, dikhawatirkan ia tidak akan bisa tinggal lebih lama lagi di Wilayah Utara.

Ekspresi Nyonya Yina tiba-tiba menjadi serius. Ia mengangguk pelan dan berkata, "Benar, Nak. Tiga tahun lalu, kakekmu melakukan perundingan dengan Istana Cahaya, meminta mereka untuk menemukan lokasi tempat Qin dikurung oleh Istana Kegelapan, serta mendapatkan peta internal terperinci dari Istana Kegelapan. Sebagai musuh bebuyutan Istana Kegelapan, tidak ada seorang pun yang lebih memahami informasi internal Istana Kegelapan selain mereka. Istana Kegelapan memiliki kekuatan yang besar, sehingga berita ini sama sekali tidak boleh bocor. Bahkan kepada Kaisar Mo pun kita tidak bisa mempercayakannya sepenuhnya. Awalnya kakekmu ingin mengirim orang lain dari dalam kota untuk mengantarkannya, tetapi kekuatan mereka terlalu lemah. Siapa pun yang berada di bawah tingkat raja dewa tidak akan bisa menginjakkan kaki di wilayah utara tanah pengasingan. Di sisi lain, tabiat ayahmu dikhawatirkan tidak akan mempercayai kakekmu. Namun kau berbeda, kau sangat mirip dengan ibumu..."

Ia berhenti sejenak, lalu menghela napas seraya berkata, "Nenek tidak tega membiarkanmu mengambil risiko. Jika kau tidak memiliki kekuatan tingkat raja dewa, bagaimanapun juga aku tidak akan membiarkanmu terlibat dalam urusan ini. Namun aku tidak menyangka bahwa anak ini sama sekali tidak kalah dibandingkan ayahmu. Kupikir kau juga pasti ingin menemui kedua orang tuamu, jadi keputusan ini seharusnya dibuat olehmu."

Menatap mata Nyonya Yina, Aofeng menarik napas dalam-dalam dan mengangguk tanpa ragu. "Nenek, meskipun Anda tidak menceritakan semua ini kepadaku, aku tetap akan pergi ke Wilayah Utara untuk mencari mereka. Tenang saja, begitu Perjamuan Kota Awan selesai, aku akan segera berangkat dan pasti mengantarkan peta itu ke tangan Ayah dengan selamat."

"Aku tahu kau tidak akan mundur. Saat aku melihat keteguhan di dalam matamu, aku mengerti bahwa anak ini kelihatannya memang agak dingin, namun sebenarnya ia adalah anak kecil yang ulet, gigih, serta menjunjung tinggi kesetiaan dan cinta kasih. Kesulitan apa pun tidak akan membuatmu mundur." Nyonya Yina tersenyum lembut menatap Aofeng, lalu sedikit mengernyitkan alisnya dan berkata, "Oh ya, sebelumnya Ya'er sempat menyebutkan tentangmu kepadaku, dan ada satu hal lagi yang ingin kuminta bantuanmu, Aofeng. Bisakah kau tinggal di Kota Awan selama satu tahun ini untuk melindungi keselamatan Ling'er?"

"Melindungi Ling'er? Ibu, maksud Anda persaingan di dalam pemilihan Orang Suci?" Sambil sedikit tertegun, Aofeng mengeluarkan suara "oh" dan langsung menangkap maksudnya.

Nyonya Suya mengangkat bahunya tanpa berdaya seraya memasang senyuman. "Anak kecil, kau tetap cerdas seperti dulu. Tanpa perlu aku jelaskan pun, kau sudah bisa melihatnya."

Kilatan cahaya kebijaksanaan melintas di matanya yang hitam pekat, lalu Aofeng berkata dengan tenang, "Keluarga besar mana yang tidak memiliki intrik dan perebutan kekuasaan? Kota Awan ini bahkan merupakan keluarga besar super yang jauh lebih besar daripada keluarga biasa. Ketiga cabang keluarga telah berkembang selama bertahun-tahun, dan ada hubungan darah di mana-mana, namun hubungan semacam itu sudah lama tidak lagi dipandang penting. Tempat di mana ada manusia pasti ada persaingan, dan persaingan pasti akan mendatangkan kecemburuan serta pertikaian. Begitu perasaan semacam ini merasuk ke dalam hati seseorang, hal gila apa yang tidak berani mereka lakukan?"

Di dunia ini, Kota Awan setara dengan keluarga kekaisaran yang agung. Meskipun mereka tidak menduduki suatu negara, namun selama mereka mau, seluruh benua adalah milik mereka! Begitu sebuah perintah dikeluarkan oleh Kota Awan, kekuatan mana yang berani membangkang? Kota Luoxing yang baru bangkit mungkin saja tidak mau tunduk, namun kekuatan keseluruhan mereka saat ini masih belum bisa menandingi Kota Awan.

Di dalam Kota Awan, pemilihan untuk kedudukan yang lebih tinggi ibarat anak-anak keluarga kekaisaran yang memperebutkan singgasana raja. Nafsu akan kekuasaan dapat mendorong anak-anak muda ini menggunakan berbagai macam cara.

Pemilihan penguasa kota luar yang masih muda adalah salah satunya, dan pemilihan Orang Suci Kota Awan adalah yang lainnya.

Nyonya Suya melanjutkan penjelasannya, "Seperti yang kau katakan, para Orang Suci dari generasi-generasi sebelumnya sebenarnya pernah mengalami insiden seperti pembunuhan rahasia dan sejenisnya. Aku dan Kakak Feng Qin cukup beruntung, karena kami adalah putri dari ketiga saudara penguasa kota, sehingga status kami secara langsung adalah Orang Suci Kota Awan. Sementara bagi mereka yang bukan dari generasi kita, semuanya harus melalui Perjamuan Kota Awan, di mana para pakar terkemuka di seluruh benua diundang untuk melakukan penilaian yang adil agar bisa menjadi Orang Suci. Pada saat itu, kekuatan-kekuatan terkenal di benua akan datang, dan tidak ada satupun tokoh penting yang akan absen. Setiap lima tahun sekali, Kota Awan menggunakan perjamuan ini untuk menggentarkan seluruh dunia. Ketika perjamuan berlangsung nanti, akan ada pula pertarungan naik ring di mana orang-orang dari Kota Awan yang akan mempertahankan kedudukan mereka, hal ini juga bertujuan untuk mengukuhkan posisi Kota Awan di benua agar tidak dilupakan orang setelah seratus tahun berlalu."

"Oh, begitu rupanya." Aofeng mengaguminya dalam hati, dan kini ia memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang Perjamuan Kota Awan. Seluruh pakar di dunia akan datang berkumpul, dan suasana pada saat itu pastinya akan sangat meriah.

"Sebenarnya, aku tidak begitu mengkhawatirkan hal lainnya. Betapapun berisiknya generasi muda, mustahil bagi mereka benar-benar memiliki keberanian sebesar itu untuk berani membunuh seorang Orang Suci. Yang kutakutkan adalah jika ada seseorang di tingkat atas yang memberikan dukungan dari belakang." Kilatan cahaya penuh makna melintas di mata indah Nyonya Suya, ia menghela napas pelan dengan alis berkerut cemas.

Tatapan matanya bergerak, dan Aofeng tentu saja menangkap beberapa makna tersirat di baliknya. Ia sudah paham di dalam hati bahwa Ibu Suya selalu cerdik, dan kelihatannya beliau juga menyadari bahwa Yun Qi dari cabang ketiga tersebut memiliki niat tersembunyi.

Perjamuan Kota Awan tahun ini mendatangkan banyak sekali pakar kuat dari seluruh benua, di antaranya terdapat para utusan penurun yang sengaja datang ke Kota Awan untuk mencari masalah. Jangan-jangan, Yun Qi ini telah menjalin hubungan dengan mereka dan benar-benar akan melakukan tindakan bodoh.

"Aku mengerti." Aofeng menggenggam tangan Nyonya Suya dengan erat untuk meyakinkan, lalu menepuk dadanya seraya berjanji, "Ibu tenang saja, aku akan mengawasi Ling'er dengan indra kesadaranku. Selama aku di sini, kecuali Penguasa Kota sendiri yang turun tangan, tidak akan ada seorang pun yang bisa berhasil. Kebetulan aku juga ingin memanfaatkan waktu di sini untuk memperbanyak kultivasi, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui."

"Jangan terlalu tegang juga. Dengan adanya Dingtian dan Zhu'er sebagai pengawal yang senantiasa mengikuti Ling'er, biasanya tidak akan terjadi masalah besar. Jika benar-benar terjadi sesuatu, mereka akan segera memberitahumu." Nyonya Suya mengeluarkan sebuah kantong harum yang tampak indah, lalu berkata sambil tersenyum, "Ini adalah artefak dewa pengirim pesan, fungsinya mirip dengan stasiun transmisi pesan, tetapi tidak bisa mempertahankan jarak yang terlalu jauh. Namun di Kota Awan ini, kalian bisa saling mengirim pesan secara langsung. Bawalah ini, di dalamnya terukir jejak jiwa milik Zhu'er dan Ling'er, dan mereka berdua juga memiliki benda ini. Kau hanya perlu mengirimkan pesan kepada mereka dan kalian bisa berkomunikasi setiap saat."

Sebagai seorang pembuat artefak, Aofeng tentu tahu benda semacam ini. Benda ini tidak dapat digunakan untuk berbicara jarak jauh, dan biaya pembuatannya sangat mahal sehingga jarang digunakan oleh orang-orang pada umumnya. Ia menerima kantong harum itu dan langsung memancarkan gelombang sinyal kesadaran jiwa menuju ke arah Mozhu dan Moling mengikuti jejak jiwa tersebut, dan tidak lama kemudian ia pun mendapatkan balasan.

Setelah menerima pesan dan amanat dari Nyonya Yina, mereka bertiga berbincang-bincang dengan akrab sepanjang sore. Baru setelah itu Aofeng kembali ke pulau awan milik Yun Zhi bersama Suya. Bersama Lei Yufeng dan kawan-kawan, ia memulai kehidupan kultivasi yang cukup membosankan di lingkungan kultivasi Kota Awan yang sangat luar biasa itu.

Aofeng langsung mengeluarkan Artefak Pusaka Penguasa di pulau awan tersebut dan meminta semua orang untuk tinggal di dalamnya. Istana Fengyun memiliki fungsi mengumpulkan energi spiritual, yang mampu menarik elemen-elemen di sekitarnya yang tadinya sudah sangat pekat untuk berkumpul menjadi satu, serta memurnikannya menjadi lebih murni lagi. Karena benda itu adalah Artefak Pusaka Penguasa, berkultivasi di dalamnya juga akan memberikan banyak manfaat bagi para pakar tingkat dewa. Ketika Yun Zhi melihat hal itu, ia berdecak kagum dan berteriak-teriak minta ikut pindah untuk tinggal di dalam.

Terdapat banyak sekali kamar di dalam Istana Fengyun, dan Aofeng tentu saja tidak pelit. Ia membagikan tempat bagi sang paman buyut dan Suya serta yang lainnya, alhasil kediaman asli di pulau itu justru menjadi tampak kosong melompati.

Kultivasi kali ini dilakukan dengan jauh lebih serius daripada saat berada di Kota Luoxing. Dulu demi Kompetisi Pembuat Artefak, ia masih menyisihkan sebagian besar waktunya untuk mempelajari pembuatan artefak, namun kali ini ia sepenuhnya mencurahkan seluruh perhatiannya pada kultivasi. Demi Perjamuan Kota Awan yang sudah di ambang pintu, ia harus meningkatkan kekuatannya hingga ke titik puncaknya!

Alhasil, Aofeng benar-benar menjelma menjadi seorang gadis pingitan sejati; ia tidak keluar rumah untuk urusan luar maupun dalam, bahkan tidak perlu makan ataupun tidur. Bagaikan seorang rahib Buddha yang tengah bersamadhi, ia duduk di dalam kamarnya tanpa bergerak sedikit pun, memasuki kondisi introspeksi diri di mana kekuatan dewa di dalam dantiannya terus-menerus bersirkulasi ke seluruh tubuhnya dan terus bersirkulasi lagi, hingga perlahan-lahan ia melupakan berjalannya waktu...

Waktu berlalu bagaikan anak panah, dan setengah tahun lebih telah terlewati.

Jarak menuju hari pelaksanaan Perjamuan Kota Awan pun semakin singkat, menyisakan waktu kurang dari sebulan lagi.

Di atas rumput di luar Istana Fengyun, terdapat sebuah meja kayu kecil yang indah, di atasnya tertata berbagai macam hidangan lezat dan anggur berkualitas tinggi. Sekelompok orang duduk melingkar di sekitarnya sambil minum dan mengobrol dengan suasana yang sangat hangat dan gembira.

"Haha, kalian anak-anak muda ini, kecepatan kultivasinya sungguh menakutkan! Orang tua ini telah hidup selama ini, dan orang-orang dengan tingkat kengerian seperti kalian hanya bisa kutemui beberapa orang saja. Bicara soal Kota Awan kita, bukankah seharusnya kita memiliki Walse jika ingin Walse, dan memiliki konsentrasi elemen jika ingin konsentrasi elemen? Mengapa sedikit sekali orang dari kota kita yang bisa menjadi dewa? Melihat kalian, aku benar-benar merasa malu pada kota kita!" Yun Zhi, yang memiliki janggut lebat di wajahnya, mendekap sebuah tong anggur besar dan meneguknya dengan suara glek-glek, lalu menyeka mulutnya seraya menghela napas.

"Yang Mulia Yun Zhi jangan berkata begitu. Kami hanya sedikit beruntung karena bisa memiliki kesempatan untuk bertemu Aofeng serta mendapatkan bantuan dan dorongan semangat darinya, sama seperti Senior yang juga memiliki kakak laki-laki yang hebat, bukan begitu?" Rong Luo memiliki sifat yang blak-blakan. Ia duduk tepat di sebelah Yun Zhi, juga ikut menenggak anggur dari tong kayu seperti lelaki tua itu. Keduanya paling cocok satu sama lain dan telah menjadi teman baik.

Lei Yufeng memegang kendi anggur sambil menatap kejauhan, seolah tengah mengenang sesuatu, sementara sudut bibirnya yang elok menyunggingkan senyuman mendalam. "Benar, jika bukan karena Aofeng, aku mungkin masih berada di Hutan Tak Matahari itu. Dulu aku mengenal Aofeng lewat pertengkaran dan sempat merasa kesal kenapa bisa bertemu dengan monster kecil yang menyebalkan ini, tapi kalau dipikir-pikir sekarang, aku justru merasa sangat beruntung karena pernah dihajar olehnya! Haha! Siapa sangka aku, Lei Yufeng, juga memiliki hari di mana aku bisa menjadi dewa. Pada Perjamuan Kota Awan kali ini, kakekku dan yang lainnya pasti akan terkejut melihatku."

"Rumah milik Kakak ini benar-benar menakutkan. Setengah tahun lalu aku masih berada di tingkat Alkemis Langit, tetapi sekarang aku telah menerobos ke tingkat Alalkemis Semu. Selain peri elemen dan Walse itu, semua ini berkat jasa rumah ini!" Qin Kuai mengecap-ngecapkan lidahnya seraya menatap ke arah Istana Fengyun yang tidak jauh dari sana.

Setelah bergaul cukup lama, mereka tentu tidak lagi merasa canggung. Bahkan Yue Bingyan yang biasanya berwajah dingin pun tampak memegang sebuah gelas bertangkai dalam kondisi yang sangat santai.

"Hal yang paling membuat orang tua ini merasa aneh bukanlah kalian, melainkan anak kecil yang satu ini." Yun Zhi, yang baru saja menenggak anggur secara brutal, membelalakkan matanya yang sebesar mata sapi dengan rasa penasaran ke arah Fang Nü yang mengenakan jubah ungu dan duduk dengan tegak. "Kalian semua setidaknya memiliki benda langka penjelmaan alam semesta berupa peri elemen di dalam tubuh kalian, jadi wajar saja jika peningkatan kalian cepat. Tapi anak kecil ini sama sekali tidak memilikinya, bagaimana bisa kecepatannya tidak kalah sedikit pun dari kalian? Setahun yang lalu tingkat kekuatannya jauh di bawah kalian dalam beberapa tingkat pedang, namun ia juga berhasil masuk ke tingkat dewa. Logika macam apa ini?"

Yun Zhi benar-benar merasa bingung dan tidak bisa memahaminya.

"Senior, tubuhku telah melalui penempaan Api Surgawi Sisik Ungu, dan kemudian ditambah dengan masuknya api ajaib ke dalam tubuh, sejak saat itu tubuhku menjadi bagian dari segala hal di langit dan bumi. Sekalipun tubuh ini mengalami kerusakan, ia masih dapat dibentuk ulang melalui api ajaib tersebut. Kondisi semacam ini setara dengan memiliki peri elemen elemen api besar di dalam tubuh, sehingga tidak aneh jika kultivasiku melesat cepat." Watak Fang Nü selama kurun waktu ini telah membaik secara nyata, ia tidak lagi separah dulu yang tidak suka berinteraksi dengan orang lain, meskipun bicaranya masih tampak kaku.

"Api ajaib masuk ke dalam tubuh!" Yun Zhi bergidik, menunjukkan ekspresi antara tertawa dan menangis seraya memaki, "Hal satu di antara sepuluh ribu semacam ini pun bisa kalian temui, kalian semua benar-benar sekumpulan monster!"

Mau bagaimana lagi, menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana keempat anak muda yaitu Rong Luo, Yue Bingyan, Lei Yufeng, dan Fang Nü secara bersama-sama menerobos masuk ke tingkat dewa dalam kurun waktu satu tahun, bagaimana mungkin ia tidak merasa terpukul? Melihat generasi muda teratas di benua ini, Yun Zhi merasakan emosi bahwa gelombang ombak di sungai besar mendorong ombak di depan.

"Hehe, monster yang paling hebat itu bahkan belum keluar. Kalau kau sempat menyaksikan betapa tidak normalnya dia, barulah kau akan tahu apa artinya dibuat terpukul hingga mati! Duh, entah kapan Aofeng akan keluar dari pengasingan, ini sudah hampir setahun..." Lei Yufeng terkekeh dua kali dan baru saja hendak menghela napas, namun tiba-tiba ia membelalakkan bola matanya dan berseru kaget, "Eh, ada reaksi!"

Teriakannya itu membuat yang lain tanpa sadar berdiri dengan tegang dan melihat ke arah Istana Fengyun. Benar saja, mereka melihat fenomena alam semesta tiba-tiba muncul, di mana cahaya keemasan tipis menyelimuti seluruh Istana Fengyun!

"Kekuatan dewa keemasan milik seorang kaisar dewa!" Begitu melihat cahaya keemasan tersebut, Yun Zhi menelan ludahnya dengan susah payah sambil mengeluarkan suara "glek", merasa agak sulit mempercayainya.

Aofeng, yang duduk di dalam kamar paling atas di Istana Fengyun, akhirnya membuka matanya yang hitam pekat bagaikan malam yang sunyi.

Di dalam mata hitam legam itu, kilatan petir sekilas menyambar!

Hukum alam semesta yang sangat kuat turun ke bumi. Karena jumlah makhluk ilusi yang dimilikinya sangat banyak, Aofeng langsung menyingkirkan Istana Fengyun. Sosok merah yang menyilaukan muncul di hadapan pandangan semua orang yang telah lama menantikannya, dan berbagai macam makhluk ilusi di dalam Istana Fengyun juga dilepaskan secara bersamaan pada detik itu juga.

Pola bintang hukum bersinar terang. Di bawah kaki Aofeng, Bintang Delapan Perak muncul, di mana setiap ujung puncaknya dipenuhi dengan berbagai macam pedang perak kecil. Pada saat ini, Pola Bintang Sembilan Kaisar sedang terbentuk secara perlahan. Fenomena alam semesta tersebut mengejutkan banyak personel di pulau-pulau sekitar, dan banyak orang di pulau-pulau bawah mendongak untuk melihat ke arah sini dengan penuh kebingungan.

Kilatan cahaya biru melintas, Nyonya Yina telah terbang dari pulau sebelah ke tempat ini. "Apa yang terjadi?"

"Kakak Ipar, itu ulah cucu keduamu. Sepertinya dia hendak menembus tingkat kaisar dewa," seru Yun Zhi sambil membelalakkan matanya semakin lebar melihat satu demi satu sosok makhluk ilusi bermunculan di depan.

Nyonya Yina juga melihat pemandangan di hadapannya dan langsung menghentikan kata-katanya, karena takut mengganggu Aofeng. Namun, rasa terkejut di dalam hatinya semakin menjadi-jadi. Makhluk macam apa sebenarnya cucunya ini? Mengapa ia memiliki begitu banyak makhluk ilusi?

Xiaobing, Fangya, Benlei, Jianjian, Meijun, Mengyan, Asers, Zijin, Xian'er, Xiaojiu, kecuali Chi yang masih berada di ruang makhluk ilusi, semuanya muncul di rumput sebelah. Seluruhnya adalah monster berwujud manusia yang tampak sangat mengejutkan. Mereka semua adalah monster di atas tingkat dewa super! Setelah mengambil wujud manusia, mereka tidak lagi harus memperlihatkan wujud asli mereka, dan dapat berkultivasi dengan cara manusia. Ketika hukum alam turun, mereka duduk bersila dalam posisi seperti rahib Buddha dengan perasaan emosional yang meluap-luap, persis seperti Aofeng.

Semburan energi hukum berkelebat satu demi satu, jatuh ke tubuh makhluk ilusi tersebut dan memberi mereka kekuatan yang dahsyat. Dari pola bintang hukum juga terpancar puluhan jalur energi yang melesat ke berbagai arah, menuju ke Pegunungan Kematian, tempat saudara Ji Yong dan serigala iblis Jiaoyue berada. Puluhan pancaran cahaya yang tersebar itu benar-benar membuat Yun Zhi dan Nyonya Yina merasa ketakutan setengah mati.

Kedua orang tua itu saling berpandangan dan merasa sangat ragu apakah mata mereka baru saja salah melihat. Namun, ketika melihat ekspresi ngeri di mata satu sama lain, keduanya tahu bahwa penglihatan mereka sama sekali tidak salah.

Makhluk ilusi yang berada di sekitar sini saja sudah memiliki tingkat kekuatan seperti itu, yang tidak berada di dekat sini pastinya juga tidak akan kalah hebat.

"Ya ampun! Yang satu ini benar-benar monster terhebat!" Janggut lebat Yun Zhi bergetar dan pelupuk matanya pun ikut berkedut. Butuh waktu lama baginya untuk memaki sambil sudut bibirnya berkedut-kedut.

Menyaksikan untuk pertama kalinya pasukan besar makhluk ilusi milik Aofeng yang sebenarnya, barulah Yun Zhi menyadari dengan penuh ngeri mengapa Aofeng bahkan berani membakar janggut Yun Qingcang. Sekalipun benar-benar terjadi pertarungan, ia pasti bisa meloloskan diri dengan selamat.

Di tengah penantian yang sunyi, penggambaran Pola Bintang Sembilan Kaisar oleh hukum alam semesta telah rampung dengan sukses. Sembari bergiliran melangkah keluar dari lingkaran cahaya perak, para makhluk ilusi milik Aofeng saling memandang sejenak, lalu serentak membungkuk dengan hormat dan tersenyum kepadanya. "Salam, Tuan!"

Setelah merampungkan penerobosannya, Aofeng menarik napas dalam-dalam. Seluruh tubuhnya seolah-olah mendapatkan kehidupan baru, kepalanya terasa sangat jernih, dan ia merasakan sensasi seolah segala hal di sekitarnya berada di dalam genggamannya.

Sepasang mata hitamnya memandangi Asers dan kawan-kawan satu persatu, dan senyuman di mata Aofeng semakin merekah. "Fangya, Jianjian, Benlei, Meijun, selamat ya."

"Haha, berkat berkah Tuan, kami akhirnya bisa kembali melayani Tuan." Keempat makhluk ilusi itu menggaruk kepala mereka sambil tersenyum menyeringai. Mereka semua adalah makhluk ilusi yang telah mengikuti Aofeng sejak awal dan bekerja dengan sangat tulus untuknya. Namun, setelah bergabungnya Xiaojiu dan bangkitnya Chi, kesempatan bagi mereka untuk membantu menjadi semakin sedikit.

Kini, Perjamuan Kota Awan telah tiba, para pahlawan dari seluruh penjuru dunia berkumpul, dan para pakar tingkat dewa yang datang dari berbagai penjuru hadir silih berganti. Mereka berhasil menerobos ke tingkat dewa pada saat seperti ini, membuat mereka merasa sangat gembira, setidaknya kali ini mereka pasti bisa memamerkan kemampuan mereka!

"Kalian semua sudah masuk tingkat dewa, dan sekarang tinggal aku sendiri yang belum." Rubah kecil nan imut Xiaobing menusuk-nusuk jarinya di samping sambil menekurkan bibirnya, tampak sangat dirundung duka.

"Jangan khawatir, masih ada aku. Sekarang aku bisa melawan dua orang sekaligus, dan bagianmu juga akan kuambil alih." Pemuda tampan berambut biru di sebelah, Xiaojiu, menepuk dadanya sambil tersenyum lebar. Selama kurun waktu ini, hubungan antara dirinya dan Xiaobing yang telah berwujud manusia menjadi semakin baik, dan kedewasaan mentalnya juga telah meningkat pesat, persis seperti pasangan kekasih muda.

"Xiaojiu, bagaimana kekuatanmu saat ini?" Aofeng dapat merasakan bahwa Zijin, Asers, Xian'er, dan Mengyan semuanya telah naik tingkat menjadi monster dewa tingkat bintang tinggi, berkisar antara bintang tujuh hingga sembilan. Namun, tingkat kekuatan Xiaojiu dan Chi tidak dapat diukur. Monster dengan garis keturunan murni tidak dapat diukur tingkat kekuatannya secara nyata sebelum mereka benar-benar dewasa, dan kekuatan yang mereka gunakan juga bukanlah kekuatan dewa.

Xiaojiu menimbangnya sejenak, lalu berkata dengan suara jernih, "Hmm, Ayah, si lelaki berbadan besar itu tidak bisa mengalahkanku, tetapi Nyonya setengah siren ini sedikit lebih kuat dariku. Kakak Chi pastinya jauh lebih kuat dariku, dia masih memiliki jurus pamungkas klan Qilin, jadi dia bahkan lebih tidak bisa dihitung berdasarkan tingkat."

Lelaki berbadan besar yang dimaksud adalah Yun Zhi, sedangkan Nyonya setengah siren adalah Nyonya Yina. Sebelum masuk ke ruang pengasingan, Aofeng telah mengetahui alasan mengapa penampilan Nyonya Yina berbeda, yaitu karena ia adalah anak dari seorang siren dan manusia. Sama seperti saudara Ji Yong, ia memiliki separuh darah monster, dan pada dasarnya ia juga merupakan makhluk ilusi bawaan milik Yun Qingcang.

"Sedikit lebih kuat dari luar... Berarti dia adalah raja dewa bintang tinggi." Aofeng mengangguk pelan dengan perasaan gembira di dalam hati. Tepat saat ia memikirkannya, sebuah transmisi suara yang diliputi kegembiraan tiba-tiba berderap di dalam jiwanya.

"Tuan, kami telah menembus tingkat dewa!"

Alisnya terangkat, Aofeng terkejut. "Aosilin?"

Indra jiwanya tersebar ke seluruh benua, dan Aosilin yang berada di Pegunungan Kematian tentu saja dapat berhubungan dengan Aofeng. Namun, biasanya tidak ada hal penting di Rawa Kematian, sehingga mereka tidak akan mengganggu Aofeng.

Tawa bangga Lafake terdengar. "Betul Tuan, apakah Anda baru saja menerobos tingkat? Banyak saudara di tempat kami yang secara kolektif masuk ke tingkat dewa. Kekuatan hukum tidak dapat dilawan, meskipun itu tidak bisa melenyapkan kutukan, namun hal itu tetap membuat kekuatan kami meningkat. Wahahaha, rasanya menjadi dewa itu sungguh menyenangkan!"

Pikiran Aofeng tergerak, lalu ia bertanya lagi, "Berapa banyak orang di pihak kalian yang menerobos kali ini? Apakah kalian bisa meninggalkan Rawa Kabut Hitam?"

Aosilin menjawab, "Energi Anda terlalu luar biasa bagi kami. Monster dewa super di atas bintang lima bisa langsung menerobos, dan aku sendiri langsung masuk ke monster dewa bintang tiga. Diperkirakan ada belasan orang yang berhasil menerobos kali ini. Pengaruh Rawa Kabut Hitam terhadap kami saat ini masih ada, tetapi sudah jauh berkurang. Meninggalkannya selama tujuh atau delapan hari sama sekali bukan masalah."

Meninggalkannya selama tujuh atau delapan hari berarti mereka dapat sewaktu-waktu datang ke Kota Awan. Lokasi Pegunungan Kematian berada tidak jauh di sebelah timur Kota Awan, dan kecepatan para pakar tingkat dewa hanya membutuhkan waktu satu atau dua hari untuk tiba di sana.

Dengan cara ini, kekuatan pasukan makhluk ilusi miliknya kemungkinan besar adalah yang terkuat di antara semua kekuatan yang datang menghadiri Perjamuan Kota Awan. Selama ia tidak membongkar fakta bahwa dirinya memiliki energi dewa ilusi yang mengundang serangan keroyokan dari banyak pihak, ia pasti akan menjadi pihak yang paling diuntungkan.

"Bagus, kalian berkultivasilah di tempat masing-masing. Jika ada kebutuhan, aku akan memanggil kalian." Aofeng memberikan instruksi kepada mereka, sementara langkah kakinya telah tiba di hadapan orang banyak. Sambil berpelukan erat dengan penuh kehangatan dan mengobrol, barulah ia tahu bahwa waktu telah berjalan selama satu tahun.

Waktu terasa berlalu begitu singkat di tengah kultivasi pengasingan. Setelah mencapai tingkat ini, energi yang dibutuhkan sangatlah besar. Waktu yang dihabiskan begitu lama, dan melihat Perjamuan Kota Awan yang sudah di ambang mata, Aofeng akhirnya berhasil naik tingkat dengan lancar. Namun, semua itu adalah hasil dari kultivasinya sendiri tanpa menggunakan Hati Kristal Walse. Benda pendukung untuk melewati ambang batas adalah barang yang sangat berharga; karena ia bisa menerobos dengan lancar sendirian, tentu saja ia tidak akan menyia-nyiakannya sembarangan.

"Tidak disangka, perkataan orang zaman dahulu tentang mimpi seribu tahun ternyata memang benar. Jika digunakan untuk menembus tingkat yang lebih tinggi lagi, waktu yang dibutuhkan akan jauh lebih lama. Begitu mata dibuka, Perjamuan Kota Awan sudah hampir tiba. Benar Paman Buyut, apakah ada kekuatan yang datang ke Kota Awan kita baru-baru ini?" Sambil dikelilingi dan didudukkan di tengah-tengah oleh semua orang, Aofeng tersenyum lembut.

Perjamuan akan segera tiba, Qingheng dan gurunya pasti akan datang, bukan? Memikirkan hal itu, sorot mata Aofeng dipenuhi dengan secercah antusiasme.

Yun Zhi tersenyum menjawab, "Kekuatan besar belum terlihat, tetapi para alkemis dan pendekar pedang lepas jumlahnya cukup banyak. Perjamuan Kota Awan tidak menerima orang di bawah tingkat kelima, orang-orang ini tidak mungkin membawa serta seluruh keluarga mereka, melainkan datang satu per satu dan tinggal di balai tamu khusus di kota bagian dalam. Orang-orang dari kekuatan besar itu biasanya adalah pihak yang datang paling akhir, dengan begitu baru bisa menunjukkan identitas mereka."

Alisnya sedikit berkerut, kilatan cahaya melintas di mata Aofeng. "Namun dengan begitu banyaknya orang dari berbagai kalangan yang berkumpul, apakah tidak takut jika ada yang membuat kekacauan di luar kota?"

"Posisi apa yang dipegang oleh Kota Awan kita, siapa yang berani membuat kekacauan di wilayah kita?" Yun Zhi tertawa terbahak-bahak. "Jangankan di benua ini tidak ada pakar tingkat dewa, kalaupun ada, mereka paling-paling hanya baru menginjakkan kaki di tingkat dewa. Faktanya, setiap kali Perjamuan Kota Awan digelar memang selalu ada beberapa orang bermata buta yang datang untuk menantang, tetapi mereka selalu dihabisi oleh para tetua bahkan sebelum sempat melangkah masuk ke pintu. Jangan khawatir, mana mungkin ada begitu banyak monster kecil sepertimu di benua ini."

Baru saja kata-kata itu terucap, tiupan peluit yang mendesak dan menegangkan tiba-tiba berbunyi secara mencolok. Suara peluit yang tajam itu membuat ekspresi Yun Zhi dan Yina berubah secara bersamaan, sementara sorot mata mereka dipenuhi rasa ngeri.

"Ada apa?" Aofeng secara intuitif merasa bahwa telah terjadi suatu masalah.

"Seseorang sedang bertarung sengit di Laut Kabut! Dan Tetua Keenam yang bertanggung jawab tidak mampu menghadapinya!" ucap Yun Zhi dengan suara berat. Di dalam mata harimaunya yang berada di bawah alis lebatnya, berkilat beberapa guratan kemarahan. "Tetua Keenam adalah seorang pakar tingkat dewa, pihak lawan pastinya juga berada di tingkat dewa, dan hanya ketika ia merasa bukan tandinganNyalah ia akan membunyikan alarm. Hmph, sungguh bernali besar! Sejak kapan Kota Awan kita menjadi kesemek empuk yang bisa ditindas sembarangan! Kecil Aofeng, kau tunggulah di sini, kita keluar untuk melihat siapa bajingan yang mencari mati itu."

Datang tepat saat dibicarakan!

Menjelang Perjamuan Kota Awan kali ini, Aofeng sudah tahu bahwa pasti akan ada banyak pakar tingkat dewa yang bermunculan. Lagi pula, para penguasa agung telah muncul, dan para raja pun dapat menurunkan proyeksi mereka. Hanya ada delapan penguasa agung di Alam Dewa, namun jumlah raja jauh lebih banyak dari itu, sama seperti serigala iblis Jiaoyue di masa lalu.

"Kita juga pergi melihatnya, sudah begitu lama tidak menggerakkan otot, tangan rasanya sudah gatal." Aofeng tersenyum tipis, melambaikan tangannya untuk memberi isyarat kepada yang lain, dan Lei Yufeng beserta kawan-kawan langsung mengikutinya.

Urusannya tidak mengakui orang tua keras kepala bernama Yun Qingcang adalah satu hal, namun ia tentu tidak bisa membiarkan orang lain "menindas" nenek cantiknya!

"Kau juga ikut?" Yun Zhi sempat tertegun di tengah penerbangannya, lalu tersenyum pahit sambil menggaruk kepalanya. "Begini... begitu lonceng peringatan berbunyi, Kakek Besar pasti juga akan pergi."

"Takut pada dia untuk apa, aku anggap saja tidak mengenalnya." Aofeng melambaikan tangannya dengan santai, tampak sama sekali tidak peduli.

Yun Zhi mengeluarkan keringat dingin bercucuran. Leluhur kecil, ucapanmu memang terdengar santai, tetapi insiden waktu kau membakar janggut Kakek Besar sudah tersebar ke seluruh penjuru kota, kalau dia melihatmu bukankah dia akan sangat marah setengah mati? Kalau sampai terjadi konflik lagi kali ini, apakah kau berencana membakar rambutnya juga?

Keputusan yang telah diambil oleh Aofeng tentu tidak akan diubah. Di tengah penerbangan mereka yang cepat, Yun Zhi menghela napas pasrah pada nasib.